

KABARBALI.ID – Mengacu pada perhitungan Kalender Tradisional Bali, Kamis, 22 Oktober 2026 bertepatan dengan Rahina Kamis (Wraspati) Paing Wuku Dukut.
Pada hari ini, tatanan Ala-Ayuning Dewasa (dewasa ayu/hari baik dan buruk) dipengaruhi oleh sejumlah petunjuk penanggalan yang sangat spesifik untuk melakukan berbagai aktivitas kemasyarakatan, keagamaan, serta mata pencaharian.
Masyarakat Bali meyakini bahwa memilih dewasa ayu yang tepat sesuai dengan kala yang menaungi hari tersebut dapat memberikan keselamatan, kelancaran, serta keberhasilan dalam setiap usaha yang dijalankan.
Pada Kamis, 22 Oktober 2026, dinaungi oleh Kala Raja, yang dinilai sangat baik untuk memulai berbagai jenis pekerjaan besar, khususnya mengangkat, mengukuhkan, maupun melantik petugas dan calon pejabat pemerintahan maupun adat.
Selain itu, hari ini juga dinaungi oleh Asuajeg Turun dan Kala Jengking, yang sangat tepat dimanfaatkan untuk:
Seni & Kebudayaan: Mulai belajar menari, menabuh, serta membuat alat-alat bunyi-bunyian seperti gamelan, kentongan, genta, dan sejenisnya.
Pertanian & Perikanan: Menanam padi, kacang-kacangan, sirih, serta membuka lahan pertanian baru (Pepedan). Sangat baik pula untuk membuat sarana penangkap ikan seperti pencar, jaring, bubu, dan seser (Kala Jangkut).
Usaha Lainnya: Baik untuk berburu, membuat terowongan, serta menanam tanaman umbi-umbian/ketela (Kala Luang).
Meskipun memiliki banyak kelonggaran untuk aktivitas kerajinan dan pelantikan, hari ini juga memiliki beberapa pantangan penting yang wajib diperhatikan krama Bali:
Pantangan Manusa Yadnya: Akibat pengaruh Kala Jengking, hari ini tidak baik untuk melaksanakan upacara Manusa Yadnya, seperti pernikahan (Pawiwahan) maupun upacara potong rambut (potong gigi/mepandes atau mepetik).
Pengolahan Tanah: Pengaruh Kala Sor menandakan hari ini tidak baik untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan pengerjaan tanah, seperti membajak sawah/ladang, bercocok tanam dasar, atau menggali terowongan tanah.
Peralatan Besi: Di bawah naungan Pepedan, diimbau untuk tidak membuat peralatan dari bahan besi.
Hari ini berada di bawah pengaruh Pararasan Laku Bumi, Pancasuda Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi Patining Amerta, serta Pratiti Saskara. Kombinasi ini mengingatkan agar dalam menjalankan aktivitas harian tetap mengedepankan kerendahan hati, kewaspadaan, serta keiklasan demi menjaga keharmonisan alam dan sesama. (Kab/Red).