BADUNG, KABARBALI.ID – Akselerasi transformasi digital dalam pengelolaan keamanan dan ketertiban wilayah mulai diterapkan secara masif di destinasi wisata global Pulau Dewata.
Sebanyak 69 kamera Closed Circuit Television (CCTV) kini resmi dipasang dan diaktifkan di 28 titik strategis yang tersebar di seluruh kawasan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Pemasangan puluhan kamera pengawas digital ini tidak hanya difungsikan untuk mengintai pergerakan kriminalitas, melainkan juga dibidik untuk memburu para pembuang sampah liar serta memantau titik-titik kepadatan lalu lintas selama 24 jam penuh.
Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana, menegaskan bahwa langkah digitalisasi pengamanan wilayah ini menjadi sebuah keharusan mutlak. Mengingat posisi strategis Desa Tibubeneng yang kini menjelma sebagai salah satu epicentrum kunjungan wisatawan mancanegara utama di Bali, pemenuhan jaminan keamanan digital menjadi standar pelayanan publik yang tidak bisa ditawar.
“Tibubeneng ini salah satu pusat kunjungan wisatawan mancanegara di Bali, jadi harus ada jaminan keamanan. Kita perkuat sistem pengamanan wilayah ini, secara digital pastinya,” cetus I Putu Eka Parmana saat dikonfirmasi pada Minggu (21/6/2026).
Di tingkat pemerintahan desa, proyek strategis ini merupakan bentuk pengembangan dan perluasan dari inisiasi swadaya yang sebelumnya telah dirintis secara mandiri oleh warga di lingkungan Banjar Tegalgundul.
Menyadari efektivitas sistem tersebut, pihak desa kemudian memperluas jaringan pemantauan dengan membangun kemitraan taktis bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung serta jajaran Kepolisian Resor (Polres) Badung.
Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, menjelaskan bahwa integrasi teknologi ini menjadi fondasi utama desa dalam mengejar predikat desa cerdas (smart village).
Sistem pengawasan yang siaga sepanjang hari ini dirancang responsif guna mendeteksi segala potensi gangguan kamtibmas secara dini sehingga aparat penegak hukum dapat mengambil tindakan cepat di lapangan.
“Ini jadi tanggung jawab desa dalam menjaga reputasi Tibubeneng sebagai destinasi wisata. Dari program ini, kami ingin kejar konsep smart village yang mengedepankan teknologi selain juga tujuan utama untuk memudahkan pemantauan keamanan, macet, dan pembuangan sampah ilegal,” papar I Made Kamajaya.
Implementasi sistem pemantauan berbasis digital terintegrasi ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari aparat kepolisian serta unsur pengamanan tradisional Bali. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, mengungkapkan bahwa perencanaan matang terkait pemetaan 28 titik krusial ini telah digodok secara komprehensif sejak dua bulan lalu.
“Keberadaan CCTV ini kami harapkan bisa mendukung tugas Linmas, Pecalang, Polsek Kuta Utara, dan Polres Badung dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Kalau bisa ini menjadi proyek percontohan bagi desa lain di Badung dan terus dikembangkan,” pungkas AKBP Joseph Edward Purba optimis. (Gus-Kab).