Tren Positif, PAD Buleleng Triwulan I 2026 Tembus 23,27 Persen

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wabup Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa saat memimpin rapat evaluasi PAD Triwulan I di Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/4/2026).

BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng mencatatkan kinerja positif dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada awal tahun anggaran 2026. Berdasarkan hasil evaluasi Triwulan I (TW I), realisasi pendapatan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut terungkap dalam acara High Level Meeting Optimalisasi dan Evaluasi PAD yang dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, bersama Wakil Bupati Gede Supriatna dan Sekda Gede Suyasa di Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/4/2026).

Konsistensi Kenaikan dari Tahun ke Tahun

Data menunjukkan bahwa strategi optimalisasi pendapatan yang diterapkan Pemkab Buleleng berjalan efektif. Tercatat, capaian PAD pada Triwulan I tahun 2024 berada di angka 19,94%, kemudian melonjak menjadi 22,69% pada tahun 2025. Tren positif ini berlanjut di tahun 2026 dengan capaian menyentuh angka 23,27%.

“Peningkatan ini adalah hasil kerja keras seluruh jajaran, namun saya minta jangan cepat berpuas diri. Sinergi antar-perangkat daerah harus terus diperkuat untuk memastikan pendapatan daerah tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Bupati Sutjidra di hadapan jajaran pimpinan instansi terkait.

Instruksi Inovasi Tanpa Langgar Regulasi

Bupati Sutjidra menekankan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan konvensional. Ia mendorong para kepala dinas untuk lebih inovatif dalam menggali potensi sumber pendapatan baru yang selama ini belum tergarap maksimal.

“OPD harus lebih kreatif mencari peluang, namun tetap harus dalam koridor regulasi yang berlaku. Hasil evaluasi ini harus menjadi dasar dalam merumuskan strategi yang lebih efektif untuk triwulan berikutnya,” tegasnya.

Evaluasi Sektor Penyumbang Utama

Selain memaparkan angka capaian, rapat koordinasi ini juga menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap sektor-sektor penyumbang PAD terbesar di Bumi Panji Sakti. Bupati berharap dengan adanya transparansi data dan evaluasi berkala, kendala-kendala administratif maupun lapangan dapat segera teratasi. (Kar-Kab).

kabar Lainnya