KABARBALI.ID — Bagi masyarakat adat di Bali, memperhitungkan penanggalan atau ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) sebelum memulai suatu aktivitas merupakan tradisi luhur yang tetap lestari. Berdasarkan perhitungan wariga, hari Rabu (3/6/2026) memiliki sejumlah kombinasi energi alam yang membawa dampak baik untuk sektor perdagangan dan potong rambut, namun memiliki pantangan kuat untuk urusan perkawinan dan konstruksi atap.
Berikut adalah rincian lengkap pembagian dewasa untuk hari ini agar dapat menjadi pedoman aktivitas semeton:
Bagi semeton yang memiliki rencana melakukan upacara manusa yadnya kecil maupun memulai roda perekonomian, hari ini menyediakan beberapa ruang yang sangat baik:
Upacara Potong Rambut (Cintamanik): Hari ini sangat baik dan disarankan untuk melangsungkan upacara potong rambut, baik untuk anak-anak maupun dewasa.
Perdagangan & Bisnis (Sedana Yoga): Waktu yang sangat baik untuk membuat alat dagang, membangun tempat usaha, atau mulai membuka penjualan pertama karena dipercaya mendatangkan kelimpahan dan murah rezeki.
Sektor Pangan & Padi (Srigati & Srigati Turun): Hari yang diberkahi untuk membibit/menanam padi, menanam pohon kelapa, menyimpan padi ke dalam lumbung, menurunkan padi, serta menghaturkan upakara/yadnya di area lumbung.
Pembukaan Lahan (Pepedan): Baik digunakan untuk membuka lahan pertanian baru (namun hindari memotong/memetik tanaman di lahan yang sudah ada).
Sebaliknya, ada beberapa jenis aktivitas penting yang sebaiknya ditunda atau dihindari pada hari ini demi kelancaran di masa depan:
Konstruksi & Upacara Rumah (Geni Rawana): Meskipun baik untuk pekerjaan yang menggunakan api, hari ini tidak baik untuk mengatapi rumah, melakukan upacara melaspas, maupun bercocok tanam secara umum.
Pernikahan (Kala Tampak): Sangat tidak direkomendasikan untuk memilih hari ini sebagai dewasa pernikahan atau perkawinan.
Sektor Peternakan (Kala Bangkung, Kala Nanggung): Hindari memulai memelihara hewan ternak baru (seperti membeli bibit babi, sapi, atau ayam).
Perjalanan & Pindahan (Kala Dangu): Kurang baik untuk memulai suatu proyek pekerjaan besar, pindah rumah (tempat tinggal), maupun melakukan perjalanan jauh (traveling).
Perkebunan (Kajeng Uwudan): Tidak baik untuk menanam maupun memetik tanaman.
Kerajinan Besi (Pepedan): Pantang untuk membuat peralatan atau senjata dari bahan dasar besi.
Pararasan: Aras Kembang (memiliki daya tarik, ibarat bunga yang disukai banyak orang).
Pancasuda: Sumur Sinaba (luas wawasannya, bisa menjadi tempat orang lain mencari ilmu atau nasehat).
Ekajalaresi: Tininggalin Suka (meninggalkan kebahagiaan/perlu kewaspadaan).
Pratiti: Sadayatana.
Kesimpulan: Hari Rabu ini sangat ideal dimanfaatkan untuk memutar roda ekonomi melalui perdagangan dan melaksanakan potong rambut ritual. Namun, bagi yang berencana membangun rumah, menanam sayur/buah, atau menikah, sebaiknya mencari alternatif hari lain yang lebih selaras. (red/kab).