Panen Raya 3 Ton Bandeng di Sumberklampok Buleleng, Tembus Malaysia-Filipina

Panen Raya 3 Ton Bandeng di Sumberklampok, Bupati Sutjidra Dorong Hilirisasi Cabut Duri ke Pasar Ekspor

BULELENG, kabarbali.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng serius menggarap potensi maritim di kawasan barat Bumi Panji Sakti sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. Langkah ini ditegaskan saat Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, memimpin langsung agenda Panen Raya Perdana Ikan Bandeng Premium di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (29/5/2026).

Komoditas perikanan laut yang dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah ini berada di bawah pengawasan ketat Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Buleleng. Melalui pemilihan benih (nener) unggulan, komoditas ini berhasil mencapai ukuran siap ekspor dalam masa pemeliharaan selama 5 bulan 17 hari sejak ditebar Desember tahun lalu.

Pada fase panen perdana ini, volume ikan yang berhasil diangkat dari total 16 kolam aktif diperkirakan mencapai 3 ton, dengan klasifikasi ukuran ideal berkisar 3-4 ekor per kilogram. Secara akumulatif, total potensi panen dari klaster percontohan ini diprediksi menyentuh angka 8 ton.

“Budidaya ini esensinya memiliki dua dimensi strategis. Pertama untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, dan kedua adalah memberikan nilai ekonomi (multiflyer effect) yang tinggi bagi kesejahteraan petani dan nelayan lokal di Desa Sumberklampok,” ujar Bupati Nyoman Sutjidra di sela-sela proses pemanenan di atas KJA.

Targetkan Gerokgak Menjadi ‘Kampung Bandeng’ Nasional

Bupati Sutjidra berharap keberhasilan KUB Bunga Indah dalam mengadopsi teknologi budidaya modern ini dapat menjadi proyek percontohan (role model) yang memicu replikasi oleh kelompok nelayan lain, khususnya di sepanjang pesisir Kecamatan Gerokgak.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 60 kelompok nelayan aktif yang terus bergerak di sektor penguatan komoditas bandeng. Sinergi massal ini ditargetkan mampu mengukuhkan posisi geografis Buleleng Barat sebagai sentra produksi utama atau “Kampung Bandeng” yang diakui secara nasional. Bahkan, pangsa pasar produk ini telah menembus pasar ekspor ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

Genjot Nilai Tambah Lewat Hilirisasi Bandeng Cabut Duri

Sementara itu, Kepala Dinas PKP Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, memaparkan bahwa optimalisasi demplot percontohan ini sangat dipengaruhi oleh kondisi kualitas air laut pesisir utara Bali yang sangat mendukung fase vegetatif ikan.

Kendati demikian, Melandrat menegaskan bahwa visi besar jajarannya tidak hanya berhenti pada tata kelola sektor hulu atau sekadar menjual ikan segar tangkapan.

“Pemerintah berkomitmen melakukan intervensi hingga ke sektor hilir. Kami mendorong penuh program hilirisasi melalui pembentukan unit usaha pengolahan bandeng cabut duri (boneless milkfish). Langkah hilirisasi ini sangat krusial untuk mendongkrak nilai jual berkali-kali lipat di pasar modern sekaligus melatih kemandirian ekonomi perempuan pesisir,” urai Gede Melandrat.

Agenda panen raya berskala ekspor ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra, jajaran Kepala OPD di lingkup Pemkab Buleleng, serta tim Penyuluh Perikanan Desa Patas yang mengawal ketat pendampingan teknis di lapangan. (Kar-Kab).

kabar Lainnya