Ungkap Kedekatan Populasi Nusantara, Etnis Bali Masuk 2 Besar Jarak Genetik Terdekat dengan Jawa

Masyarakat Bali saat melangsungkan upacara adat. Berdasarkan data riset World Genetics, etnis Bali mencatatkan skor jarak genetik terdekat kedua dengan etnis Jawa setelah Sunda. (Photo by Johanes P. Christo/NurPhoto via Getty Images)

KABARBALI.ID – Keanekaragaman etnis di Indonesia senantiasa menyimpan jejak sejarah panjang yang menarik untuk dicermati. Berdasarkan analisis data World Genetics mengenai skor jarak genetik antarpopulasi, etnis Bali tercatat berada di peringkat kedua sebagai populasi dengan kedekatan genetik paling tinggi dengan etnis Jawa, tepat berada di bawah etnis Sunda.

Dalam pengukuran jarak genetik, makin rendah angka skor yang diperoleh, makin tinggi tingkat kedekatan DNA antara dua kelompok populasi.

Etnis Sunda menempati posisi teratas dengan skor jarak genetik sebesar 0,962 terhadap etnis Jawa. Sementara itu, etnis Bali menyusul di posisi kedua dengan skor 1,952. Meski skor Bali dua kali lipat dibanding Sunda, angka ini tetap menempatkan masyarakat Bali dalam lingkar terdekat secara genetik dengan Jawa.

Fenomena menarik lainnya menunjukkan bahwa daftar populasi yang memiliki kedekatan genetik dengan Jawa tidak hanya berasal dari wilayah Nusantara, tetapi juga mencakup sejumlah etnis di Asia Tenggara (ASEAN).

Etnis Kuy dari Thailand bertengger di peringkat ketiga dengan skor 3,208, disusul Khmer Thailand (3,528), Mlabri (3,771), Dayak Iban (3,887), dan Melayu Singapura (4,319).

Meskipun data genetik mengonfirmasi adanya pola hubungan biologis antarpopulasi di masa lalu, para peneliti menegaskan bahwa DNA tidak serta-merta menentukan identitas etnis. Identitas suatu etnis dibentuk oleh lanskap yang jauh lebih luas, seperti bahasa, tradisi, sejarah, dan nilai kebudayaan. Oleh karena itu, temuan kedekatan genetik ini tidak mengurangi keunikan dan kekayaan ragam budaya yang dimiliki oleh masing-masing etnis. (Kab/Red).

Sumber: Data World Genetics (Catatan: Skor lebih kecil menunjukkan kedekatan genetik lebih tinggi)

kabar Lainnya