Wagub Giri Prasta Dorong Tambahan Upacara Menek Kelih pada Pitra Yadnya Kinembulan di Kubu Bangli

Wagub Bali Giri Prasta apresiasi Pitra Yadnya Massal Desa Adat Kubu,

BANGLI, KABARBALI.ID – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong dan kebersamaan warga Desa Adat Kubu, Bangli, dalam melaksanakan Pitra Yadnya Kinembulan (massal).

Hal tersebut disampaikan Wagub Giri Prasta saat memberikan sambrama wecana pada puncak Upacara Pitra Yadnya yang meliputi rangkaian Ngaben dan Peroras di Bale Pasamuhan/Payadnyan Desa Adat Kubu, Bangli, Selasa (28/7/2026).

“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Adat Kubu yang sangat erat menjaga kebersamaan dalam beryadnya. Rasa persaudaraan dan gotong royong ini adalah kekuatan utama masyarakat Bali yang harus terus dirawat sampai anak cucu kita nanti,” ujar Wagub Giri Prasta.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta memberi masukan strategis agar pelaksanaan yadnya massal lima tahunan ini bisa terus disempurnakan. Ia menyarankan agar ke depan rangkaian upacara juga dilengkapi dengan tradisi menek kelih—yakni ngeraja singa bagi remaja putra dan ngeraja swala bagi remaja putri.

“Pelaksanaan adat secara bersama-sama sangat efektif meringankan beban krama, baik dari sisi biaya maupun persiapan upakara. Jika ditambahkan karya menek kelih, tentu kemudahan bagi krama akan semakin lengkap,” tambahnya sembari menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk terus menyokong pelaksanaan adat dan tradisi di Bali.

Ringankan Beban Warga Lewat Gotong Royong

Bendesa Adat Kubu, I Nengah Miasa, melaporkan bahwa rincian peserta Pitra Yadnya tahun ini meliputi 106 sawa ngaben, 52 ngelungah, 119 Sang Dewa ngerorasin, serta 269 peserta upacara metatah (potong gigi). Selain itu, terdapat pula warga yang mengikuti upacara tutug telung bulan dan otonan.

Guna meringankan pembiayaan warga, biaya yang dikenakan dibuat sangat terjangkau, yaitu Rp1 juta untuk ngaben dan Rp1,5 juta untuk ngeroras.

Keberhasilan pelaksanaan upacara ini juga disokong oleh berbagai bantuan pendanaan daerah, di antaranya hibah Dana Semesta Berencana dari Pemprov Bali sebesar Rp95 juta, bantuan Bupati Bangli sebesar Rp103 juta, dana LPD senilai Rp25 juta, serta swadaya pepatusan krama sebesar Rp300 ribu per kepala keluarga.

Melalui sinergi antara dana gotong royong warga dan dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan tradisi bernilai luhur ini dapat terlaksana dengan ikhlas, khidmat, dan tanpa membebani finansial masyarakat. (Rls-Kab).

kabar Lainnya