

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis data prakiraan cuaca serta kondisi perairan untuk seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali pada Senin (7/9/2026).
Berdasarkan pemantauan kondisi cuaca secara umum, mayoritas wilayah di Pulau Dewata diprediksi berawan hingga cerah. Namun, wilayah Kabupaten Tabanan dan Bangli berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan.
Suhu udara berkisar antara 17 hingga 29 derajat Celsius, dengan suhu terendah tercatat di wilayah dataran tinggi Bangli mencapai 17 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara berada di rentang 60 hingga 98 persen.
Berikut adalah rincian prakiraan cuaca 9 kabupaten/kota di Bali untuk Senin, 7 September 2026:
Kota Denpasar: Cerah Berawan, suhu 24–29 °C, kelembapan 70–86%.
Badung: Berawan, suhu 24–29 °C, kelembapan 71–91%.
Gianyar: Berawan, suhu 22–27 °C, kelembapan 77–96%.
Klungkung: Cerah, suhu 24–29 °C, kelembapan 66–91%.
Karangasem: Cerah, suhu 20–27 °C, kelembapan 66–96%.
Buleleng: Cerah, suhu 23–29 °C, kelembapan 60–84%.
Jembrana: Berawan, suhu 22–28 °C, kelembapan 73–96%.
Tabanan: Hujan Ringan, suhu 20–24 °C, kelembapan 84–98%.
Bangli: Hujan Ringan, suhu 17–22 °C, kelembapan 74–98%.
Di sisi lain, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah jalur penyeberangan dan perairan utama Pulau Bali yang berlaku hingga Rabu, 9 September 2026 pukul 08.00 WITA.
Analisis sinoptik menunjukkan pola angin di perairan utara Bali umumnya bertiup dari arah Timur ke Selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 30 knot. Sedangkan di perairan selatan Bali, angin bergerak dari Tenggara ke Selatan dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.
Kondisi tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang laut yang dikategorikan ke dalam dua kelompok bahaya:
Kategori Tinggi (2,5 – 4,0 Meter):
Selat Bali Bagian Selatan
Perairan Selatan Pulau Bali
Selat Badung
Selat Lombok Bagian Selatan
Kategori Sedang (1,25 – 2,5 Meter):
Perairan Utara Pulau Bali
Selat Lombok Bagian Utara
Melihat dinamika angin dan gelombang laut yang cukup tinggi di jalur perairan selatan, masyarakat pesisir, pelaku usaha wisata bahari, nelayan, serta operator moda transportasi laut imbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan.
Pengguna jasa penyeberangan di Selat Bali, Selat Badung, maupun Selat Lombok disarankan untuk memantau pembaruan informasi cuaca bahari dari BMKG guna mengantisipasi risiko keselamatan pelayaran. (Kab/Red).