KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Selasa (18/8/2026) memiliki tatanan ala-ayuning dewasa (padewasan) yang memuat berbagai petunjuk mengenai hari baik serta pantangan dalam melaksanakan berbagai aktivitas ritual maupun keseharian.
Umat Hindu di Bali meyakini bahwa memilih hari yang tepat (dewasa ayu) dapat memberikan kelancaran, sementara menghindari pantangan (alahing dewasa) bertujuan mengantisipasi timbulnya hambatan.
Berdasarkan takwim kalender Bali, berikut ulasan rincian ala-ayuning dewasa untuk Selasa, 18 Agustus 2026:
Dewa Stata: Sangat baik untuk melaksanakan upacara Panca Yadnya, khususnya pelaksanaan Dewa Yadnya (kegiatan keagamaan di pura/merajan).
Dewasa Tanian: Hari yang baik untuk mulai menanam bibit, memulai usaha pertanian, maupun bercocok tanam.
Kala Upa: Sangat cocok untuk mulai mengambil, membeli, atau memelihara ternak (wewalungan).
Pepedan: Baik digunakan untuk membuka lahan pertanian baru (ngawit mebuka teba/sawah).
Agni Agung Doyan Basmi: Cocok digunakan untuk mulai membakar bata, genteng, gerabah, keramik, maupun tembikar.
Salah Wadi: Tidak baik untuk menggelar upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong gigi/mapendes, potong rambut) serta Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sejenisnya).
Agni Agung Doyan Basmi: Bersifat panas, sehingga sangat tidak disarankan untuk membangun rumah, khususnya saat mengatapi rumah karena dipercaya berisiko memicu kebakaran.
Pepedan: Tidak baik untuk membuat atau menempa peralatan dari bahan besi.
Pararasan: Aras Kembang (memiliki daya tarik dan pesona).
Pancasuda: Satria Wirang (perlu berhati-hati agar terhindar dari rasa malu atau kekecewaan).
Ekajalaresi: Tininggalin Suka (menemukan kebahagiaan).
Pratiti: Sadayatana.
Memahami ala-ayuning dewasa ini menjadi sarana perenungan (mulat sarira) agar krama Bali senantiasa bijak dan mawas diri dalam merencanakan setiap kegiatan. (Kab).