Ala-Ayuning Dewasa 18 Agustus 2026: Baik untuk Dewa Yadnya dan Tani, Hindari Manusa Yadnya

Bagi masyarakat Hindu di Bali, perayaan Tilem Jiyestha diisi dengan serangkaian kegiatan keagamaan yang berfokus pada pengendalian diri dan penyucian. foto/gettyimages

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Selasa (18/8/2026) memiliki tatanan ala-ayuning dewasa (padewasan) yang memuat berbagai petunjuk mengenai hari baik serta pantangan dalam melaksanakan berbagai aktivitas ritual maupun keseharian.

Umat Hindu di Bali meyakini bahwa memilih hari yang tepat (dewasa ayu) dapat memberikan kelancaran, sementara menghindari pantangan (alahing dewasa) bertujuan mengantisipasi timbulnya hambatan.

Berdasarkan takwim kalender Bali, berikut ulasan rincian ala-ayuning dewasa untuk Selasa, 18 Agustus 2026:

1. Dewasa Ayu (Hari Baik)

2. Pantangan Hari (Alahing Dewasa)

  • Salah Wadi: Tidak baik untuk menggelar upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong gigi/mapendes, potong rambut) serta Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sejenisnya).

  • Agni Agung Doyan Basmi: Bersifat panas, sehingga sangat tidak disarankan untuk membangun rumah, khususnya saat mengatapi rumah karena dipercaya berisiko memicu kebakaran.

  • Pepedan: Tidak baik untuk membuat atau menempa peralatan dari bahan besi.

3. Unsur Unsur Perhitungan Lainnya

Memahami ala-ayuning dewasa ini menjadi sarana perenungan (mulat sarira) agar krama Bali senantiasa bijak dan mawas diri dalam merencanakan setiap kegiatan. (Kab).

kabar Lainnya