KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik (ala-ayuning dewasa) sebelum memulai suatu kegiatan atau upacara adat merupakan tradisi penting yang bersumber dari ilmu wariga. Berdasarkan penanggalan kalender Bali untuk Jumat, 5 Juni 2026, hari ini memiliki sejumlah kombinasi energi positif (dewasa ayu) yang sangat cocok untuk kegiatan kelompok dan penyusunan regulasi, namun juga menyimpan beberapa pantangan ketat.
Kombinasi penting pada hari ini salah satunya dipengaruhi oleh Dauh Ayu. Menurut perhitungan wariga, waktu ini sangat baik digunakan untuk merumuskan awig-awig (peraturan adat), menyusun undang-undang atau peraturan organisasi, serta memulai proyek pembangunan fisik.
Bagi organisasi atau komunitas yang berencana melakukan pergerakan massa, hari ini juga dinaungi oleh Semut Sedulur. Unsur ini membawa energi yang sangat baik untuk menggelar kegiatan gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, maupun membentuk suatu perkumpulan atau komunitas baru.
“Hari ini dipenuhi energi kolaborasi yang kuat. Aktivitas kelompok seperti gotong royong atau peresmian perkumpulan akan berjalan harmonis, namun masyarakat tetap harus jeli melihat unsur pembatasnya,”, Kamis (4/6/2026).
Meskipun banyak membawa kebaikan untuk aktivitas sosial, hari ini juga bersinggungan dengan unsur Kala Mretyu. Pengaruh unsur ini sangat baik untuk membuat senjata, memulai perjuangan atau membela kebenaran, serta memberikan nasihat berharga kepada orang lain.
Namun, Kala Mretyu membawa pantangan keras, di mana hari ini dinilai tidak baik untuk melakukan hubungan bersenggama (suami istri) serta tidak disarankan sebagai hari pelaksanaan segala jenis upacara yadnya.
Selain itu, terdapat unsur Kala Temah yang perlu diwaspadai karena secara umum sifatnya kurang baik untuk dijadikan dewasa ayu secara sembarangan, serta unsur Semut Sedulur yang melarang dilakukannya aktivitas mengubur atau membakar mayat (atiwa-tiwa/ngaben) pada hari ini.
Bagi masyarakat yang bergerak di bidang kerajinan besi atau kuliner, terdapat Kala Kutila yang memberikan energi positif untuk memulai pekerjaan yang mempergunakan api.
Secara makro, karakter hari ini berada dalam lintasan Pararasan: Laku Bintang dan Pancasuda: Lebu Katiup Angin, yang menggambarkan dinamika pikiran yang terkadang mudah terombang-ambing namun tetap menyimpan potensi keberuntungan. Hal ini dipertegas oleh Ekajalaresi: Luwih Bagia (sangat bahagia) dan Pratiti: Widnyana yang melambangkan pengetahuan serta kebijaksanaan. (Kab).