Ala-Ayuning Dewasa 24 Juni 2026: Hari Baik Membuka Lahan Pertanian Tanam Palawija Hingga Melakukan Semedi

Ilustrasi kalender Bali dan perhitungan wariga.

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan penanggalan tradisional Bali (Wariga), Rabu, 24 Juni 2026 memiliki karakter dan kombinasi dewasa (hari baik/buruk) yang sangat spesifik.

Bagi Semeton yang berencana melaksanakan aktivitas ritual, pertanian, maupun kerajinan, berikut adalah rincian panduan Ala-Ayuning Dewasa yang dapat dijadikan acuan:

Dewasa Ayu (Hari Baik / Sisi Positif)

  • Sektor Spiritual & Penyucian Diri: Hari ini sangat mulia (Amerta Danta) untuk melaksanakan kegiatan spiritual tingkat tinggi seperti melakukan tapa, brata, yoga, semadi, serta prosesi penyucian diri (pembersihan/melukat) maupun memulai segala jenis pekerjaan penting.

  • Sektor Kesenian & Kerajinan Tradisional: Merupakan waktu yang sangat baik (Asuajeg Turun dan Kala Jengking) bagi para seniman untuk mulai belajar menari, menabuh, serta membuat alat bunyi-bunyian sakral maupun sekuler seperti kentongan, gamelan, hingga genta. Selain itu, hari ini baik untuk membuat topeng (Kala Tumapel) dan alat-alat berujung runcing (Kala Sudangastra).

  • Sektor Pertanian & Peternakan: Hari yang produktif (Pepedan) untuk membuka lahan pertanian baru. Karakter hari ini juga sangat mendukung untuk menanam padi, kacang-kacangan (palawija), pohon sirih (Asuajeg Turun), tumbuhan yang menghasilkan buah-buahan (Kajeng Rendetan), serta memasang kungkungan atau tempat mengurung lebah (Kala Tumapel).

  • Sektor Kelautan & Rumah Tangga: Bagus untuk membuat alat tangkap ikan tradisional seperti bubu, seser, dan jaring (Kala Jengking). Di lingkup domestik, hari ini cocok untuk mulai menyadap nira (ngirisin) serta menyapih atau memisah bayi dari menyusu ibunya (melas rare) lewat pengaruh Kala Pegat.

Pantangan / Sisi Negatif

  • Upacara Yadnya Besar & Pernikahan: Hari ini masuk dalam kategori Carik Walangati dan Kala Jengking, sehingga sangat tidak baik (pantang) untuk menyelenggarakan upacara pernikahan/wiwaha, potong rambut, maupun upacara kematian tingkat besar seperti atiwa-tiwa atau ngaben. Secara umum, hari ini dilarang keras menggelar upacara Manusa Yadnya maupun karya ayu lainnya.

  • Konstruksi & Pengolahan Tanah: Melalui pengaruh Kala Sor, Semeton disarankan menghindari pekerjaan berat yang berhubungan langsung dengan pembongkaran tanah, seperti membajak sawah, bercocok tanam langsung di tanah dalam skala besar, atau membuat terowongan/saluran bawah tanah. Carik Walangati juga melarang dimulainya pembangunan rumah tinggal.

  • Industri Logam: Berdasarkan larangan Pepedan, tidak dianjurkan untuk menempa atau membuat peralatan baru yang berbahan dasar besi (seperti di pande besi).

  • Catatan Khusus (Uncal Balung): Perlu diperhatikan bahwa hari ini juga dipengaruhi oleh Uncal Balung, yang berarti tidak baik untuk melakukan semua jenis pekerjaan baru yang dianggap sangat penting atau krusial bagi masa depan.

Elemen Makro Penanggalan:

kabar Lainnya