KABARBALI.ID – Menghitung dan memilih hari baik (padewasan) sebelum memulai suatu pekerjaan merupakan tradisi penanggalan tradisional Bali yang bersumber dari ilmu Wariga.
Untuk Jumat (3/7/2026), penanggalan mencatatkan perpaduan unsur yang sangat baik untuk manajemen tata kelola air dan lumbung padi, namun memiliki pantangan ketat bagi urusan agraria (olahan tanah) serta agenda-agenda krusial.
Berdasarkan kompilasi penanggalan Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dipengaruhi oleh kombinasi Pararasan Aras Tuding, Pancasuda Satria Wirang, Ekajalaresi Buat Astawa, serta Pratiti Sadayatana.
Mengingat adanya beberapa unsur pembatas makro yang cukup kuat seperti Uncal Balung dan Kala Temah, masyarakat disarankan untuk lebih selektif dalam memilih jenis aktivitas harian agar selaras dengan kearifan lokal.
Berikut adalah rincian lengkap Ala-Ayuning Dewasa untuk Jumat, 3 Juli 2026:
Banyu Milir: Hari yang sangat baik untuk urusan pengairan, seperti membuat sumur, kolam ikan, membuka saluran atau jalan air baru, hingga aktivitas ngirisin (menyadap nira).
Srigati & Srigati Turun: Merupakan waktu yang sangat baik untuk urusan logistik pangan tradisional. Baik digunakan untuk membibit atau menanam padi, menyimpan padi di lumbung (bale kulkul/padi), menurunkan padi, menanam pohon kelapa, serta menghaturkan upakara Yadnya di area lumbung. Unsur ini juga baik untuk mulai memproduksi atau membuat barang dagangan.
Kala Jangkut: Baik dimanfaatkan untuk membuat atau merakit alat penangkap ikan seperti pencar (jala), jaring, serta perkakas atau senjata tajam.
Taliwangke (Sisi Positif): Baik digunakan untuk memasang tali penghambat (hama) di sawah atau kebun, memperbaiki pagar pembatas, serta membuat tali pengikat untuk padi atau benda-benda mati lainnya.
Geni Rawana (Sisi Positif): Baik untuk memulai segala pekerjaan yang membutuhkan atau menggunakan unsur api (seperti industri kuliner, pembakaran bata, atau pandai besi).
Kala Temah & Panca Prawani: Dua indikator kuat yang menegaskan bahwa hari ini secara umum tidak baik digunakan untuk melaksanakan agenda dewasa ayu (kegiatan besar yang bersifat suci atau sakral).
Uncal Balung: Larangan adat untuk melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting, sakral, atau berskala besar.
Kala Sor: Memiliki pantangan kuat bagi aktivitas yang berhubungan langsung dengan tanah. Tidak baik digunakan untuk membajak sawah, bercocok tanam (khusus tanaman non-padi/kelapa), atau membuat terowongan/galian tanah.
Geni Rawana (Pantangan): Tidak baik dimanfaatkan untuk memasang atap rumah, melaksanakan upacara pembersihan bangunan (melaspas), serta bercocok tanam secara umum.
Taliwangke (Pantangan): Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali pengikat untuk hewan ternak.
Melalui pembacaan wariga tersebut, aktivitas hari Jumat ini sangat ideal difokuskan pada manajemen air, penataan lumbung padi hulu, dan pembuatan alat tangkap ikan. Sebaliknya, agenda galian tanah, perbaikan atap, serta upacara sakral sebaiknya ditunda hingga menemukan padewasan yang lebih selaras. (Kab)