GIANYAR, KABARBALI.ID – Mengisi momentum HUT RI ke-81 Tahun 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan & Kesmavet) menggelar Bakti Sosial Kesehatan Hewan secara bertahap di wilayah pedesaan dan kelurahan.
Kegiatan lanjutan bakal dipusatkan di Lingkungan Kaja Kauh Abianbase, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Gianyar, pada Sabtu, 15 Agustus 2026 mendatang mulai pukul 09.00 WITA.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, mengungkapkan bahwa gerakan ini menyajikan berbagai pelayanan gratis mulai dari vaksinasi rabies, sterilisasi, pengobatan hewan, hingga Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait kepemilikan Hewan Penular Rabies (HPR) yang bertanggung jawab.
Aksi gotong royong ini melibatkan jaringan lintas sektor, mulai dari PDHI, PT Sanbe Farma, PT Caprifarmindo Vet, Yayasan BAWA, hingga akademisi seperti mahasiswa KOAS FKH Universitas Udayana dan mahasiswa KKN-PPM XXXIII Unud.
Sebelumnya, aksi serupa telah sukses dilaksanakan di Desa Lebih pada Sabtu, 8 Agustus 2026, bekerja sama dengan Klinik Elmo Vet Care dan jajaran terkait.
Kepala UPTD Puskeswan III Distan Kabupaten Gianyar sekaligus Tim Teknis KIE Keswan & Kesmavet PDHI, Drh. I Nyoman Arya Dharma, menegaskan pentingnya edukasi langsung ke tingkat tapak untuk menyukseskan komitmen global Zero by 30 (nol kematian manusia akibat rabies pada tahun 2030).
“Edukasi dan vaksinasi harus sampai ke banjar, desa, hingga rumah warga. Anjing bukanlah musuh manusia, melainkan rabies-lah musuh bersama kita. Hewan yang dipelihara secara bertanggung jawab, divaksinasi, dan tidak dibiarkan berkeliaran sembarangan justru menjadi bagian dari solusi pencegahan,” terang Drh. I Nyoman Arya Dharma.
Ia menambahkan, apabila masyarakat mengalami gigitan HPR, langkah awal penanganan mandiri harus segera dilakukan sebelum mencari fasilitas kesehatan terdekat.
“Jika terjadi gigitan, segera cuci luka dengan sabun di air mengalir selama minimal 15 menit, lalu langsung cari pertolongan medis untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Jangan menunggu gejala muncul,” imbaunya.
Melalui pendekatan konsep One Health yang menyatukan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, Kabupaten Gianyar optimistis dapat menekan populasi HPR secara humanis serta melindungi masyarakat dari ancaman bahaya rabies. (Tut-Kab).