

KABARBALI.ID – Bagi krama Hindu di Bali yang merencanakan berbagai agenda harian, mencermati petunjuk hari baik dan buruk (Ala-Ayuning Dewasa) dalam wariga merupakan panduan penting untuk menyelaraskan aktivitas. Berdasarkan penanggalan Bali untuk hari Rabu, 28 Oktober 2026, terdapat kombinasi hari baik untuk urusan perdagangan dan pertukangan, di samping beberapa pantangan upacara yang perlu dihindari.
Secara umum, perhitungan wariga pada hari ini menghadirkan beragam unsur dewasa dengan tingkat (alahing dewasa) yang bervariasi, memberikan koridor yang jelas bagi krama dalam memilih jenis pekerjaan yang selaras.
Bagi masyarakat yang berencana melaksanakan upacara keagamaan besar, hari Rabu (28/10/2026) belum dianjurkan untuk menggelar rangkaian Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
Hal ini dikarenakan masih berlakunya dewasa Salah Wadi, di mana hari ini dinilai tidak baik untuk melangsungkan pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), upacara penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, hingga nyekah.
Kondisi tersebut dipertegas kembali oleh pengaruh Carik Walangati, yang secara spesifik melarang pelaksanaan pernikahan, upacara pengabenan, serta memulai pembangunan atau renovasi rumah.
Kendati dibatasi untuk upacara yadnya tertentu, hari Rabu besok justru sangat mendukung aktivitas ekonomi, perdagangan, serta pekerjaan yang berkaitan dengan keahlian khusus:
Sedana Yoga: Menjadi salah satu dewasa yang sangat baik untuk membuat alat-alat keperluan berdagang, membangun tempat usaha, atau mulai membuka ruko/toko baru, karena diyakini mendatangkan kelancaran dan murah rezeki.
Catur Laba: Sangat baik untuk memulai perjalanan atau bepergian menuju arah Utara. (Catatan: Pelaksanaan Manusa/Pitra Yadnya di sini lebih ditekankan pada aspek teknis tertentu yang selaras dengan petunjuk Sulinggih).
Geni Rawana: Sangat baik untuk segala jenis pekerjaan yang menggunakan unsur api. Namun, di sisi lain, hari ini tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, atau bercocok tanam.
Kala Isinan: Sangat baik untuk mulai belajar, membuat almari, serta membangun gudang atau tempat penyimpanan barang.
Kala Gumarang Munggah: Baik untuk melaksanakan upacara Bhuta Yadnya, namun dihindari untuk menanam tanaman sirih atau tembakau.
Pepedan & Kajeng Kipkipan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru (tanpa perkakas besi) serta membuat kerajinan tangan seperti dungki (keranjang kecil tempat ikan).
Bagi masyarakat yang bergelut di sektor agraris, perlu dicatat bahwa hari Rabu besok kurang mendukung kegiatan bercocok tanam akibat hadirnya sejumlah pantangan, di antaranya Kajeng Uwudan (tidak baik menanam dan memetik tanaman), Kala Mereng dan Kala Sor (tidak baik untuk mencangkul, membajak, atau bekerja mengolah tanah).
Dari aspek astrologi harian, hari ini dinaungi oleh Pararasan Laku Bulan (memiliki daya tarik sosial, penuh kedamaian) serta Pancasuda Bumi Kepetak (tahan uji, sabar, dan pekerja keras). Dipadukan dengan Ekajalaresi: Tininggalin Suka dan Pratiti: Bhawa, umat diimbau untuk senantiasa bersabar, menjaga keikhlasan, serta bijak dalam mengambil keputusan di tengah dinamika harian. (Kab/Red).