Alami Nyeri Dada, Gusti Ngurah Suka Meninggal Saat Tangkil di Pura Besakih

Proses evakuasi yang dilakukan Pecalang Desa Adat Besakih terhadap seorang pemedek yang pingsan di area Pura Penataran Agung, Kamis (16/4/2026).

KARANGASEM, KABARBALI.id – Suasana khidmat rangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Karangasem, seketika berubah menjadi duka. Seorang pemedek dilaporkan meninggal dunia setelah pingsan di area persembahyangan pada Kamis (16/4/2026) sore.

Korban diketahui bernama I Gusti Ngurah Suka (64), seorang warga asal Mengwitani, Badung. Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 17.08 WITA di area sebelah timur Pura Penataran Agung Besakih.

Korban Ngeluh Nyeri Dada

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kehilangan kesadaran, korban sempat mengeluhkan rasa nyeri yang hebat pada bagian dadanya. Tak lama berselang, pria lansia tersebut ambruk di tengah kerumunan pemedek lainnya.

Melihat kejadian tersebut, Pecalang Desa Adat Besakih yang berjaga di lokasi segera melakukan langkah evakuasi cepat. Korban ditandu menuju pos kesehatan dan selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Rendang menggunakan armada ambulans.

Upaya Medis dan Riwayat Penyakit

Kepala Puskesmas Rendang, I Made Sudarma, mengonfirmasi bahwa korban sempat mendapatkan penanganan darurat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Namun, takdir berkata lain; upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban, dan ia dinyatakan meninggal dunia.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan rasa bela sungkawa. “Sempat dilarikan ke Puskesmas Rendang dan mendapat penanganan medis, namun tidak tertolong,” ujarnya.

Dari keterangan pihak keluarga, terungkap bahwa I Gusti Ngurah Suka memiliki riwayat penyakit jantung. Selain faktor kondisi kesehatan, korban diduga mengalami kelelahan fisik setelah berjalan cukup jauh menuju titik persembahyangan di tengah padatnya arus pemedek yang hadir di Besakih. (Kaa-Kab).

kabar Lainnya