Angkat Nilai Arak Bali, Gubernur Koster Tantang 23 Bartender Muda Unjuk Aksi Akrobatik di Kertha Saba

Kompetisi Mixology & Flair Bartender di Gedung Kertha Saba, Denpasar. Ajang ini digelar guna memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mempromosikan produk lokal Bali di kancah internasional. (Foto: Dok. Humas Pemprov Bali / kabarbali.id)

DENPASAR, KABARBALI.ID – Mengasah bakat generasi muda sekaligus mengangkat potensi produk lokal Arak Bali, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Kompetisi Mixology & Flair Bartender di Gedung Kertha Saba, Denpasar, Minggu (9/8/2026).

Ajang yang dilaksanakan serangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali ini diikuti oleh 23 calon bartender berbakat dari berbagai wilayah di Bali. Mereka beradu keahlian meracik minuman koktail berbahan dasar arak yang dipadu dengan rempah serta buah-buahan lokal khas Bali.

Gubernur Wayan Koster mengungkapkan, gelaran ini digagas setelah dirinya menerima audiensi dari Eka Darmawan dan Rico Ardiana, dua bartender asal Bali yang akan melenggang ke kejuaraan internasional di Las Vegas (Amerika Serikat) dan Polandia.

“Saya tertarik karena ini keterampilan unik dan langka. Menurut saya ini adalah potensi besar, karena anak-anak kita dianugerahi keterampilan seperti itu. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia punya ekosistem yang baik,” ujar Wayan Koster, Minggu (9/8/2026).

Koster menekankan, keahlian mixology memiliki dampak domino yang positif terhadap pemasaran Arak Bali serta komoditas pertanian lokal pendukung seperti buah dan rempah. Hal ini dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi rakyat dan membuka lapangan kerja baru dari hulu ke hilir.

Guna memperkuat daya saing para praktisi industri perhotelan dan restoran ini, Pemprov Bali akan menerbitkan sertifikasi profesi resmi serta memfasilitasi akses bantuan modal usaha bagi mereka yang ingin membuka bisnis mandiri.

Dalam kompetisi ketat tersebut, Kadek Suniantara berhasil keluar sebagai juara utama lewat racikan minuman “Dewan Kemangi”—perpaduan Arak Dewan, kemangi, jahe, sirup markisa, jeruk nipis, dan sprite—yang dipadu dengan aksi akrobatik permainan botol. Atas prestasinya, Kadek Suni berhak memboyong hadiah uang tunai Rp15 juta dan kesempatan dikirim ke Polandia. (Rls-Kab).

kabar Lainnya