

BULELENG, KABARBALI.ID – Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menghadiri serangkaian upacara uleman Ngaben Massal di tiga desa di Kabupaten Buleleng, Kamis (27/8/2026). Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan nyata wakil rakyat terhadap kelestarian adat dan budaya serta semangat gotong royong masyarakat.
Dalam peninjauan maraton tersebut, Ketut Ngurah Arya didampingi Wakil Ketua DPRD Buleleng I Nyoman Gede Wandira Adi, serta anggota DPRD Ketut Jana Yasa dan Wayan Some Adanya.
Rombongan mengawali peninjauan di Lapangan Volly Desa Adat Nagasepaha, kemudian berlanjut ke Dadia Arya Kepakisan Dauh Bale Agung Desa Jinengdalem, dan diakhiri di Balai Banjar Adat Kelodan Desa Adat Kalianget.
Ketut Ngurah Arya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan krama desa. Menurutnya, tradisi upacara yadnya yang digelar secara berkala dan massal terbukti mampu meringankan beban finansial maupun tenaga warga tanpa mengurangi nilai spiritualitasnya.
“Melalui semangat saling bantu, beban upacara keagamaan yang besar dapat terasa lebih ringan bagi seluruh warga,” ungkap Ngurah Arya.
Rincian pelaksanaan pengabenan massal di tiga lokasi tersebut mencakup puluhan sawa dan prosesi adat pendukung. Di Desa Adat Nagasepaha tercatat 63 Sawa, 18 Ngerapuh, dan 71 peserta Metatah, dengan puncak karya yang dijadwalkan pada Sabtu (29/8/2026).
Sementara di Dadia Arya Kepakisan Desa Jinengdalem tercatat 43 sawa, 3 Ngerapuh, dan 40 Ngelungah. Adapun di Desa Adat Kalianget tercatat sebanyak 44 sawa dan 50 Ngerapuh.
Ketua DPRD Buleleng berharap seluruh tahapan karya pengabenan di ketiga lokasi dapat berjalan dengan lancar, labda karya, serta mendatangkan keselamatan (kerahayuan) bagi seluruh krama. (Kar-Kab).