Prakiraan Cuaca Bali Rabu, 28 Oktober 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan

Hari ini bali di guyur hujan

DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca serta peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sebagian besar wilayah Bali diprakirakan akan didominasi oleh kondisi cuaca hujan ringan serta berawan.

Berdasarkan data prakiraan cuaca harian, wilayah seperti Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem umumnya akan mengalami hujan ringan. Suhu udara di wilayah-wilayah tersebut bervariasi, dengan titik terendah tercatat di Kabupaten Bangli yang mencapai kisaran 17–26 °C dengan tingkat kelembapan udara antara 62–99%.

Sementara itu, wilayah Klungkung, Buleleng, dan Kota Denpasar diprakirakan berada dalam kondisi cuaca berawan dengan kisaran suhu udara rata-rata antara 23 hingga 31 °C.

Potensi Cuaca Ekstrem dan Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Selain kondisi cuaca daratan, BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang berlaku mulai tanggal 28 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA hingga 31 Oktober 2026 pukul 08.00 WITA.

Dari aspek kondisi sinoptik, pola angin permukaan di wilayah perairan Bali umumnya bergerak dari arah Tenggara hingga Barat Laut di perairan utara, serta dari arah Tenggara hingga Selatan di perairan selatan. Kecepatan angin terpantau cukup kencang, berkisar antara 4 hingga 25 knot.

Kondisi angin tersebut memicu peningkatan tinggi gelombang laut di sejumlah perairan Bali:

  • Kategori Tinggi (Gelombang 2,5 – 4 meter): Berpotensi terjadi di 2 wilayah perairan, yakni Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Selatan.

  • Kategori Sedang (Gelombang 1,25 – 2,5 meter): Berpotensi melanda 4 wilayah perairan, yaitu Selat Lombok Bagian Utara, Selat Badung, Selat Bali Bagian Selatan, serta Perairan Utara Pulau Bali.

Mengingat potensi cuaca ekstrem serta gelombang tinggi yang mencapai hingga 4 meter tersebut, masyarakat, pelaku wisata bahari, serta para nelayan diimbau untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi resmi dari BMKG demi keselamatan bersama. (Kab/Red).

kabar Lainnya