Awas Salah Wadi ! Hari Baik dan Buruk 29 Oktober 2026, Kurang Cocok untuk Acara Yadnya dan Pernikahan

yadnya Hindu Bali

KABARBALI.ID  – Bagi umat Hindu di Bali yang ingin melaksanakan berbagai kegiatan penting, memperhatikan petunjuk hari baik dan buruk (Ala-Ayuning Dewasa) merupakan hal yang krusial. Berdasarkan kalender Bali untuk hari Rabu, 29 Oktober 2026, terdapat sejumlah perpaduan pengaruh dewasa yang perlu diperhatikan sebelum merencanakan suatu pekerjaan.

Berdasarkan keterangan wariga, hari tersebut diwarnai oleh beberapa unsur dewasa ayu (baik) maupun pantangan (ala). Salah satu poin penting yang perlu dicatat adalah adanya pengaruh Salah Wadi, di mana hari tersebut dinilai tidak baik untuk melakukan rangkaian upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, mapendes, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lainnya) dengan tingkat alahing dewasa 3.

Selain itu, larangan serupa juga diperkuat oleh pengaruh Carik Walangati dan Kala Tampak yang sama-sama menegaskan ketidakbaikan untuk melangsungkan pernikahan (wiwaha) maupun upacara pengabenan dan pembangunan rumah.

Waktu Baik untuk Memulai Usaha dan Pertanian

Kendati terdapat sejumlah pembatasan untuk upacara yadnya, hari Rabu (29/10/2026) ini juga menghadirkan beberapa dewasa ayu yang mendukung sektor perdagangan dan peternakan:

  • Sedana Yoga: Sangat baik dimanfaatkan untuk membuat sarana atau alat berdagang, mendirikan tempat usaha, hingga memulai aktivitas berjualan karena dipercaya mendatangkan kelancaran rezeki (Alahing dewasa 2).

  • Kala Upa: Memiliki pengaruh baik untuk memulai mengambil atau memelihara hewan ternak (wewalungan) (Alahing dewasa 4).

  • Daup Ayu: Baik digunakan untuk menyusun awig-awig, membuat peraturan, undang-undang, serta memulai kegiatan pembangunan (Alahing dewasa 2).

  • Geni Rawana: Baik untuk segala jenis pekerjaan yang berkaitan atau menggunakan api, namun di sisi lain tidak dianjurkan untuk mengatapi rumah, melaspas, ataupun bercocok tanam (Alahing dewasa 2).

Karakteristik Kelahiran dan Unsur Pendukung

Ditinjau dari unsur pawukon dan pengider lainnya pada hari tersebut, tercatat penanggalan memiliki karakteristik sebagai berikut:

Dengan panduan Ala-Ayuning Dewasa ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam memilih waktu yang tepat untuk menyelaraskan setiap kegiatan agar berjalan lancar dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. (Kab/Red).

kabar Lainnya