Begini Cara Petugas DLH Gianyar “Sihir” Tumpukan Sampah Jadi Terpilah di Tengah Keramaian HUT Kota

Petugas Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah DLH Gianyar saat memberikan edukasi pemilahan sampah kepada pengunjung di Alun-alun Kota Gianyar, Rabu (15/4/2026).

GIANYAR, KABARBALI.ID – Kemeriahan Pekan Budaya Gianyar serangkaian HUT ke-255 Kota Gianyar tidak menyurutkan standar kebersihan di pusat kegiatan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar membuktikan komitmennya dengan menjaga Alun-alun Gianyar tetap asri meski diserbu ribuan pengunjung setiap harinya.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (15/4/2026), para petugas DLH tampak sigap menyisir area publik dan membantu pengunjung memilah sampah secara langsung di sumbernya.

Pemilahan Ketat dalam Enam Jenis

Begini Cara Petugas DLH Gianyar “Sihir” Tumpukan Sampah Jadi Terpilah di Tengah Keramaian HUT Kota

Petugas tidak hanya sekadar mengangkut sampah, namun aktif melakukan pengumpulan dan pemilahan menjadi enam jenis utama: organik, residu, botol/gelas, kresek/bening, kardus/duplex, serta sisa makanan. Langkah ini diambil agar proses pengolahan sampah di hilir berjalan lebih efektif dan terarah.

Jafung Ahli Muda Pengendali Dampak Lingkungan DLH Gianyar, I Wayan Subawa, menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan memiliki misi ganda, yakni penanganan kebersihan sekaligus edukasi publik.

“Kami mengawasi penggunaan tempat sampah terpilah di delapan titik lokasi. Tujuannya agar masyarakat semakin sadar bahwa pemilahan sampah organik hingga kategori daur ulang sangat penting untuk memudahkan proses pengolahan selanjutnya,” ujar Subawa.

Siaga dari Sore hingga Malam

Selama rangkaian Pekan Budaya berlangsung, DLH menyiagakan ASN dan tenaga lapangan dari Satgas Percepatan Pengelolaan Sampah. Setiap sore hingga malam, sebanyak 18 personel (8 satgas edukasi dan 10 tenaga lapangan) disebar untuk memandu pengunjung membuang sampah pada tempat yang benar.

“Petugas kami bertugas secara bergiliran untuk memastikan tidak ada penumpukan dan semua sampah terbuang sesuai jenisnya. Kami ingin volume sampah yang berakhir di TPA bisa berkurang drastis melalui aksi ini,” tambahnya. (Tut-Kab).

kabar Lainnya