Bulan Bung Karno, PDIP Bali Wadahi Kreativitas Anak Muda Racik Arak Bali

Tiga juara 1 2 dan 3 Lomba Mixology Arak Bali yang berlangsung di Sekretariat DPD PDIP Bali berpose dengan Ketua DPC PDIPKlungkung, Anak Agung Gde Anom. foto/ist

DENPASAR, KABARBALI.ID – Dalam rangka Bulan Bung Karno tahun 2026, DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menggelar kompetisi bergengsi Lomba Mixology Arak Bali yang berlangsung di Sekretariat DPD PDIP Bali, Denpasar.

Pada Senin (18/5/2026), ajang adu bakat seni mencampur minuman tradisional ini diikuti oleh para kreator muda perwakilan dari 4 kabupaten/kota, yakni Klungkung, Buleleng, Karangasem, dan Kota Denpasar.

Kabupaten Klungkung menunjukkan dominasi dan keseriusan penuh dalam ajang ini. Ketua DPC PDIP Klungkung, Anak Agung Gde Anom, turun tangan langsung mengantarkan dan mengawal 14 orang perwakilan terbaik dari Bumi Serombotan untuk bertanding adu mental serta adu keterampilan (skill) di tingkat provinsi.

“Peserta 14 orang dari Klungkung ini masuk dalam kualifikasi yang bertanding hari ini. Nanti dari hasil evaluasi tim juri, akan diambil dua orang pemenang terbaik untuk tampil kembali pada malam puncak di bulan Juni mendatang,” ujar Gung Anom di sela-sela perlombaan.

Transformasikan Tradisional ke Kancah Internasional

Menjinakkan karakter rasa arak Bali di atas meja bar diakui bukan perkara mudah. Sebagai salah satu jenis spirit lokal asli Bali, minuman fermentasi ini membutuhkan keahlian khusus dan kepekaan rasa dalam proses pencampurannya (mixing) agar rasa alkoholnya tetap harmonis saat dipadukan dengan bahan penunjang lainnya.

Menurutnya, keahlian anak-anak muda Bali dalam meracik minuman ini mengemban misi besar. Melalui wadah kompetisi ini, arak tradisional ditransformasikan menjadi sajian modern berskala internasional.

Langkah taktis ini tidak hanya bertujuan mengasah kreativitas generasi muda, tetapi juga mengangkat nilai kearifan lokal, memberdayakan ekosistem ekonomi para perajin arak tradisional di desa-desa, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik pariwisata (wellness and culinary tourism) yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.

Cocktail ‘Sindura’ Klungkung Sabet Poin Tertinggi

Sindura racikan Dewa Ayu Sri Wahyuni raih juara 1.

Dari 14 wakil Klungung, juara pertama berhasil diraih oleh Dewa Ayu Sri Wahyuni, perwakilan kampus Monarch Bali asal Desa Manduang, Klungkung. Posisi juara kedua diraih oleh I Kadek Dio Pranata (LPK Balindo Paradiso), disusul oleh Arya Agung Mahendra Kusuma (LPK Glory Klungkung) di peringkat ketiga.

Dikonfirmasi terpisah,  Dewa Ayu, membagikan rahasia di balik kemenangan manisnya. Ia meracik arak Bali dengan formula khusus yang menghasilkan gradasi warna merah pekat nan elegan. Menu tersebut ia beri nama Sindura, diambil dari kosakata bahasa Sansekerta.

“Nama racikan saya Sindura, dari bahasa Sansekerta yang melambangkan simbol cinta, ketenangan, dan tali persahabatan. Ini merupakan kali kedua saya ikut lomba yang diadakan oleh PDIP. Saya asli Klungkung dan baru saja menyelesaikan masa program training kuliah di Monarch Bali,” ucapnya.

Ia berharap, hasil terbaiknya ini bisa menjadi bekal nanti menjadi lebih baik lagi di Bulan Juni saat tanding dengan para jawara masih-masing kabupaten Kota. Dan menjadi modal untuk dunia kerjanya nanti. (Sta-Kab).

kabar Lainnya