KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menentukan hari baik (dewasa ayu) sebelum memulai suatu kegiatan atau upacara adat merupakan tradisi sakral yang didasarkan pada ilmu Wariga.
Berdasarkan perhitungan Ala Ayuning Dewasa pada hari Senin, 18 Mei 2026 (Soma Paing, Warigadean), terdapat kombinasi energi alam yang unik yang membawa dampak baik maupun buruk untuk aktivitas tertentu.
Pada hari ini, salah satu keunikan uratan wariga ditandai dengan hadirnya Bojog Turun dan Karnasula. Dua indikator ini memberikan ruang energi yang sangat baik bagi para seniman, khususnya perajin alat musik tradisional dan krama penabuh sekaa gamelan.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai panduan hari baik dan pantangan (ala-ayuning) yang berlaku hari ini :
Jika semeton memiliki rencana untuk memulai latihan seni, melakukan ritual pemujaan, hingga merumuskan aturan adat, hari ini menyediakan momen yang sangat tepat:
Menyetem Gamelan & Membuat Alat Musik: Berkat pengaruh Bojog Turun dan Karnasula, hari ini adalah waktu terbaik untuk menyetem (nglaras) bilah-bilah gamelan agar mendapatkan suara yang harmonis (taksu). Sangat baik pula untuk memproduksi alat musik pukul atau ketuk seperti kentongan, bajra, kendang, hingga kroncongan kayu.
Dewasa Yadnya & Leluhur: Kehadiran Amerta Dadi memberikan jalan terang yang sangat baik untuk menggelar upacara Dewa Yadnya serta menghaturkan pemujaan atau bakti kehadapan roh para leluhur.
Merumuskan Aturan & Membangun: Lewat pengaruh Dauh Ayu, hari ini dinilai bagus untuk menyusun peraturan baru, membuat awig-awig (aturan adat desa), undang-undang, serta memulai proyek pembangunan fisik.
Belajar Kesenian: Indikator Derman Bagia mendukung semeton yang ingin mulai belajar atau berlatih hal baru, terutama belajar menari Bali.
Di balik banyaknya hari baik untuk kesenian, hari ini memiliki rapor merah yang cukup pekat untuk urusan upacara besar (yadnya) keluarga, pembangunan rumah tinggal, dan urusan finansial:
Larangan Ngaben & Pernikahan: Melalui kombinasi Carik Walangati, Rangda Tiga, dan Kaleburau, hari ini sangat tidak baik untuk melaksanakan upacara pernikahan (pawiwahan/wiwaha) serta ritual kematian (atiwa-tiwa/ngaben). Melanggar hal ini dipercaya bisa memicu hambatan spiritual yang berat.
Pembangunan Rumah Tinggal & Pertemuan: Meski baik untuk membangun fasilitas umum, Karnasula melarang semeton membangun rumah tempat tidur/kamar pribadi hari ini. Hari ini juga tidak disarankan untuk mengadakan rapat besar atau pertemuan penting.
Sifat Boros & Keuangan: Pengaruh Kala Sarang membawa sifat boros atau terapas. Oleh karena itu, semeton disarankan menahan diri dan tidak melakukan aktivitas belanja besar-besaran agar keuangan tidak boncos.
Hubungan Suami Istri: Berdasarkan pengaruh Sampar Wangke, hari ini disarankan untuk menghindari aktivitas bersenggama (hubungan suami istri), karena mitos wariga menyebutkan berisiko melahirkan anak yang penuh kesialan.
| Nama Indikator | Karakteristik / Dampak Energi | Rekomendasi Aktivitas |
| Bojog Turun & Karnasula | Energi harmonisasi suara dan kerajinan | Sangat baik menyetem gamelan, membuat kendang & kentongan. |
| Amerta Dadi & Dauh Ayu | Energi spiritual dan regulasi | Baik untuk Dewa Yadnya, pemujaan leluhur, & menyusun awig-awig. |
| Carik Walangati & Rangda Tiga | Energi pemutus hubungan dan kedukaan | Pantang untuk pernikahan (wiwaha) dan pengabuan (ngaben). |
| Kala Sarang | Sifat boros / konsumtif | Tidak baik untuk berbelanja atau transaksi besar. |
| Sampar Wangke | Energi kemalangan | Tidak baik untuk melakukan hubungan suami istri. |
(Kab).