Terseret Ombak Besar Saat Berenang Bersama Temannya, Remaja 16 Tahun Tewas di Pantai Pasir Putih Bugbug – Karangasem

Pertolongan yang dilakukan pengunjung pantai tidak membuahkan hasil, emaja berusia 16 tahun asal Bebandem dinyatakan meninggal dunia. foto/ist

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Kegembiraan rombongan remaja yang tengah menikmati masa liburan akhir pekan di kawasan pesisir Bali Timur berubah menjadi duka mendalam.

Seorang remaja berinisial I Gede Dwi PS (16), asal Kecamatan Bebandem, Karangasem, dilaporkan tewas tenggelam akibat terseret ombak besar saat berenang di objek wisata Pantai Pasir Putih, Desa Bugbug, Karangasem, pada Minggu (17/5/2026) sore.

Perbekel Desa Bugbug, I Gede Diatmaja.  mengatkan nelayan  dan warga setempat sebenarnya telah bergerak cepat menerjang ombak untuk memberikan pertolongan darurat kepada korban. Namun sayang, nyawa korban tidak terselamatkan akibat terlalu lama tenggelam di dasar laut.

“Remaja tersebut awalnya datang dan berenang bersama dengan beberapa temannya. Kemudian secara tiba-tiba datang ombak besar dan langsung menyeret tubuh korban ke tengah laut,” ungkap Diatmaja saat dikonfirmasi pada Minggu (17/5/2026) malam.

Korban Sempat Berteriak Minta Tolong

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun di lapangan, kronologi bermula ketika korban datang ke destinasi wisata Pantai Pasir Putih Bugbug dalam sebuah rombongan besar bersama 12 orang rekan sebayanya. Setibanya di lokasi, mereka langsung memutuskan untuk menceburkan diri dan berenang menikmati air laut.

Nahas, situasi berubah mencekam beberapa saat kemudian. Korban yang diduga tidak siap mengantisipasi perubahan arus bawah laut tiba-tiba tergulung ombak besar. Di tengah kepanikan, korban sempat berteriak histeris meminta pertolongan kepada rekan-rekannya karena tubuhnya terus terseret ke arah perairan dalam.

Mendengar teriakan tersebut, beberapa rekan korban sempat berupaya berenang mendekat untuk menggapai tangan korban. Namun, karena kuatnya arus balik gelombang, tubuh korban dengan sangat cepat terseret menjauh dan tenggelam ke tengah laut.

Dievakuasi Nelayan Menggunakan Jukung ke Dasar Laut

Melihat situasi darurat tersebut, warga pesisir bersama para nelayan lokal Desa Bugbug langsung bergegas mendorong perahu jukung mereka ke laut untuk melakukan upaya pencarian dan penyelamatan secara mandiri.

Tak berselang lama melakukan penyisiran di titik koordinat korban hilang, warga akhirnya mendeteksi tubuh remaja tersebut berada di dasar laut. Tim penolong langsung menyelam untuk mengevakuasi tubuh korban ke atas jukung dan membawanya kembali ke bibir pantai.

Setibanya di darat, warga sempat memberikan tindakan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru sembari menunggu kedatangan tim medis. Begitu armada ambulans tiba di lokasi kejadian, korban langsung dilarikan dengan kecepatan tinggi menuju ruang instalasi gawat darurat RSUD Karangasem.

Namun, takdir berkata lain. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara intensif oleh tim medis yang bertugas, korban secara resmi dinyatakan telah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan lanjutan.

Kecelakaan laut ini menjadi alarm keras bagi para wisatawan dan warga lokal untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di pantai, mengingat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi setinggi 4 meter yang saat ini tengah melanda sebagian besar perairan selatan dan timur Bali. (Kri-Kab).

kabar Lainnya