Dari Sampah Hingga PLTS, KNPI Bali Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Kemandirian Energi

DENPASAR, KABARBALI.ID – Isu darurat energi serta pentingnya percepatan pengembangan energi terbarukan menjadi sorotan utama dalam kegiatan talkshow yang diselenggarakan oleh DPD KNPI Provinsi Bali pada Jumat (6/11/2026).

Diskusi strategis di Ruang Rapat Paramakarya Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali ini dihajatkan untuk menggali peran generasi muda dalam mendukung kemandirian energi daerah.

Kegiatan tersebut dibuka dengan keynote speech dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Setiawan, serta menghadirkan dua narasumber utama, yakni Anggota DPRD Kota Denpasar, Dr. Yonathan Andre Baskoro, dan akademisi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Ir. Luh Putu Merta Karunia Putri.

Dalam forum tersebut, ketergantungan Bali yang masih tinggi terhadap energi berbahan bakar fosil dinilai menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan pasokan energi di masa depan.

Pemuda Harus Jadi Pengawal Kebijakan Energi

Salah satu poin krusial yang mengemuka dalam diskusi adalah dorongan agar pemuda dan mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, melainkan mengambil peran aktif sebagai agent of control terhadap kebijakan pemerintah di sektor energi.

Yonathan Andre Baskoro, bersama para narasumber menekankan bahwa sikap kritis pemuda tidak boleh sebatas menyampaikan ketidakpuasan semata, melainkan harus dibangun secara objektif dan dibarengi dengan solusi serta rekomendasi alternatif yang konkret.

“Pemuda diharapkan mampu menghadirkan gagasan inovatif guna mengawal arah pembangunan energi berkelanjutan, baik di tingkat lokal Bali maupun nasional,” ungkapnya.

Maksimalkan Potensi Energi Terbarukan dan Kolaborasi

Diskusi juga membedah besarnya potensi sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan transisi energi.

Beberapa opsi potensial yang didorong antara lain pemanfaatan energi matahari melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), pengoptimalan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), hingga pengolahan sampah rumah tangga menjadi energi alternatif.

Pengembangan energi terbarukan ditegaskan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah dan sektor industri. Partisipasi masyarakat—termasuk dari skala rumah tangga dalam memilah serta mengolah sampah—menjadi kunci penting penekanan krisis lingkungan dan energi.

DPD KNPI Provinsi Bali menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, masyarakat, dan pemuda merupakan sinergi mutlak guna mempercepat transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih, efisien, dan mandiri. (Kris-Kab).

kabar Lainnya