

GIANYAR, KABARBALI.ID – Potensi wisata berbasis perkebunan dan edukasi (agrowisata) di Kabupaten Gianyar terus diperkenalkan kepada generasi muda dari berbagai pelosok Tanah Air. Puluhan finalis Duta Pariwisata Indonesia 2026 berkesempatan mengikuti pengalaman wisata edukasi di Tebasari Coffee & Chocolate, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, pada Jumat (6/11/2026).
Kunjungan edukatif tersebut merupakan salah satu agenda pendamping (side agenda) dalam rangkaian Pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2026 yang dihelat di Bali pada 4–8 November 2026. Ajang tingkat nasional ini mempertemukan perwakilan generasi muda terbaik guna mengenal sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Nusantara.
Di kawasan wisata agro tersebut, para peserta tidak hanya menikmati keindahan suasana perkebunan tropis, tetapi juga diajak mengenal aneka tanaman rempah, melihat langsung proses pengolahan kopi luwak, hingga mempraktikkan seni pembuatan cokelat (chocolate class).
Selama kegiatan berlangsung, para finalis berkesempatan mencoba meracik cokelat batangan sendiri dengan beragam pilihan topping menarik. Tak hanya itu, mereka juga diajak mencicipi 11 varian kopi dan teh lokal dengan karakter rasa yang unik.
Sales Executive Tebasari Coffee & Chocolate, Naomi, menyampaikan bahwa pihaknya ingin memberikan pengalaman langsung (direct experience) kepada para finalis, mulai dari pengenalan bahan baku hingga menjadi produk jadi yang siap dikonsumsi.
“Kami memberikan experience kepada mereka, mulai dari mengikuti chocolate class atau belajar cara membuat cokelat hingga mengenal 11 macam rasa kopi dan teh. Jadi, mereka tidak hanya melihat, tetapi juga bisa mencoba dan merasakan langsung pengalaman tersebut,” ujar Naomi.
Naomi berharap, kehadiran para finalis Duta Pariwisata Indonesia dapat mempopulerkan konsep wisata berbasis alam (nature) dan edukasi ini kepada masyarakat luas, sehingga agrowisata kian dilirik sebagai destinasi favorit saat berkunjung ke Bali.
Kesan mendalam turut dirasakan oleh Nabila, Duta Pariwisata Indonesia 2025. Mewakili rekan-rekannya, ia mengaku sangat terkesan dengan kesempatan membuat cokelat batangan secara langsung.
“Pengalaman paling menarik bagi saya adalah bisa membuat cokelat batangan sendiri. Biasanya kita hanya membeli dan memakannya, tetapi sekarang bisa mengetahui prosesnya dari panen sampai menjadi cokelat. Apalagi, kami juga bisa menambahkan topping sendiri sehingga hasilnya terlihat cantik dan menarik,” ungkap Nabila. (Tut-Kab).