

KABARBALI.ID – Bagi umat Hindu di Bali yang merencanakan berbagai kegiatan penting, memperhatikan petunjuk hari baik dan buruk (Ala-Ayuning Dewasa) dalam wariga merupakan langkah penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan penanggalan Bali untuk hari Rabu, 4 November 2026, terdapat sejumlah pengaruh Kala serta pantangan (Salah Wadi) yang perlu dicermati sebelum memulai suatu pekerjaan.
Berdasarkan catatan wariga hari besok, hari tersebut didominasi oleh unsur Kala serta pantangan pelaksanaan upacara sakral, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih waktu (divasa).
Banyu Milir (Alahing Dewasa 3): Baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, serta ngirisin (menyadap nira).
Carik Walangati (Alahing Dewasa 3): Tidak baik untuk melakukan pernikahan (wiwaha), atiwa-tiwa/ngaben, dan membangun rumah.
Cintamanik (Alahing Dewasa 3): Baik untuk melakukan upacara potong rambut.
Geheng Manyinget (Alahing Dewasa 2): Tidak baik untuk segala pekerjaan penting termasuk melaksanakan yadnya karena berpotensi mendatangkan banyak gangguan.
Kala Brahma: Mengandung arti kepanasan atau kesakitan.
Kala Dangastra (Alahing Dewasa 3): Baik untuk membangun tembok pekarangan dan membuat alat penangkap ikan, namun tidak baik untuk memulai pekerjaan penting atau menggelar upacara (gawe ayu).
Kala Dangu (Alahing Dewasa 3): Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, maupun bepergian.
Kala Mretyu (Alahing Dewasa 3): Baik untuk membuat senjata, mulai berperang membela kebenaran, atau memberi nasihat. Namun, tidak baik untuk bersenggama maupun segala jenis yadnya.
Kala Siyung (Alahing Dewasa 3): Hari yang harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.
Kala Sudukan (Alahing Dewasa 3): Tidak baik untuk memindahkan orang sakit serta menunjukkan unsur perombakan.
Kala Tampak (Alahing Dewasa 3): Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).
Kala Upa (Alahing Dewasa 4): Baik untuk mulai mengambil atau memelihara ternak (wewalungan).
Purwanin Dina (Alahing Dewasa 4): Tidak baik sebagai hari baik (dewasa ayu).
Salah Wadi (Alahing Dewasa 3): Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (seperti wiwaha, mapendes, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, dan ngasti).
Selain pantangan hari di atas, peruntungan harian turut dipengaruhi oleh Pararasan Laku Surya, Pancasuda Lebu Katiup Angin (hati sering goncang dan gampang terombang-ambing), Ekajalaresi Buat Suka (mendapat senang), serta Pratiti Widnyana.
Mengingat banyaknya unsur Kala dan status Salah Wadi pada hari tersebut, masyarakat disarankan untuk menunda pelaksanaan upacara besar atau kegiatan penting dan mengarahkannya pada pekerjaan yang bersifat rutin atau pemeliharaan semata.
(Catatan Redaksi: Rubrik wariga disajikan sebagai bentuk pelestarian tradisi dan pedoman kultural masyarakat Bali dalam menjalani aktivitas harian). (Kab/Red).