

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Nasib naas menimpa I Gede Selamet (20), warga Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem. Pemuda yang berprofesi sebagai sopir truk ini kini terbaring kritis dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, usai menjadi korban penganiayaan berat oleh bosnya sendiri.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Jumat (18/9/2026).
Korban yang saat itu sedang sakit di kamarnya mendadak didatangi oleh pelaku berinisial I Putu CP (37), warga Desa Pesaban. Diduga dipicu cekcok terkait uang setoran truk, pelaku yang emosi menyiramkan bahan bakar pertalite ke tubuh korban lalu membakarnya.
Aksi keji tersebut mengakibatkan Gede Selamet menderita luka bakar parah hingga 40 persen di sekujur tubuhnya. Polsek Selat bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku di sebuah bengkel kawasan Desa Pesaban, Kecamatan Rendang.
Kondisi luka bakar yang teramat parah membuat Gede Selamet tidak dapat bekerja. Padahal, pemuda 20 tahun ini merupakan satu-satunya tulang punggung dan penopang ekonomi bagi keluarga kurang mampu di Desa Muncan.
Perbekel Desa Muncan, I Wayan Tunas, mengonfirmasi bahwa keluarga korban tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Korban tinggal bersama kedua orang tua, kakek-nenek lansia, serta seorang adiknya yang putus sekolah dalam satu pekarangan rumah sederhana.
“Orang tuanya buruh serabutan memindahkan pasir dengan penghasilan tidak tentu. Hanya korban yang memiliki penghasilan tetap sebagai sopir truk untuk menopang kebutuhan harian keluarganya,” ujar Wayan Tunas, Minggu (20/9/2026).
Musibah ini memukul kondisi finansial keluarga korban. Selain kehilangan mata pencaharian harian, pihak keluarga kini kebingungan menanggung biaya penanganan medis di rumah sakit.
Lantaran menderita luka bakar akibat tindakan penganiayaan yang disengaja, perawatan medis korban sulit dijamin oleh program BPJS Kesehatan. Menurut keterangan perbekel, korban membutuhkan 4 hingga 5 kali tindakan operasi dengan estimasi biaya mencapai Rp19 juta untuk sekali operasi.
“Pihak desa terus berupaya mengomunikasikan dengan tim dokter yang merawat. Kami sangat mengetuk hati dan memohon uluran tangan masyarakat agar warga kami bisa sembuh dan bangkit dari musibah ini,” imbau Wayan Tunas. (Kaa/Kab).
https://www.instagram.com/p/DddgvoNTkg3/