

KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali senantiasa menggunakan perhitungan Ala-Ayuning Dewasa atau hari baik berdasarkan wariga kalender Bali sebelum memulai berbagai aktivitas sehari-hari, baik untuk pengerjaan fisik maupun pelaksanaan upacara keagamaan.
Berdasarkan perhitungan Kalender Tradisional Bali pada Jumat (11/9/2026), terdapat beberapa kombinasi ala-ayuning dewasa yang memberikan petunjuk mengenai hari baik lan hal-hal yang sebaiknya dihindari.
Secara umum, hari ini sangat mendukung bagi masyarakat yang ingin fokus pada pengolahan lahan pertanian baru maupun penangkaran ternak. Namun, hari ini merupakan pantangan besar untuk menggelar upacara yadnya maupun pernikahan (pawiwahan).
Berdasarkan pakem Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dipengaruhi oleh unsur Kala Upa, yang dinilai sangat baik bagi warga yang hendak memulai memelihara atau mengambil ternak baru (wewalungan).
Selain itu, keberadaan Pamacekan dan Pepedan memberikan energi positif bagi para petani untuk mengerjakan lahan sawah, tegalan, maupun mulai membuka lahan pertanian baru. Momen ini juga dianggap baik untuk membuat tombak penangkap ikan.
Meski bagus untuk sektor pertanian lan peternakan, masyarakat diimbau untuk lebih cermat karena terdapat sejumlah penanggalan yang tidak mendukung untuk kegiatan lainnya:
Kala Dangu: Tidak baik untuk memulai pengerjaan baru, pindah rumah, maupun bepergian jauh.
Kala Sor: Mengingatkan untuk tidak melakukan pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan pengerukan tanah mendalam seperti membajak tanah atau membuat terowongan.
Kala Temah & Pati Paten: Tidak baik untuk menetapkan hari baik (dewasa ayu) serta tidak dianjurkan melaksanakan berbagai bentuk upacara yadnya atau kerja besar.
Pepedan: Pantang untuk membuat atau mengolah peralatan yang berasal dari besi.
Rangda Tiga: Sangat tidak baik (pantang) untuk melangsungkan upacara pernikahan (pawiwahan).
Adapun elemen penting lainnya dalam perhitungan wariga Bali pada Jumat, 11 September 2026 meliputi:
Pararasan: Aras Tuding
Pancasuda: Satria Wirang
Ekajalaresi: Sida Kasobagian
Pratiti: Separsa
Penerapan dewasa ayu ini menjadi panduan kearifan lokal bagi krama Bali untuk senantiasa menjaga keseimbangan serta kelancaran dalam setiap usaha lan niat mulia yang dijalankan. (Kab/Red).