

DENPASAR, KABARBALI.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Provinsi Bali pada Jumat (11/9/2026).
Secara umum, kondisi cuaca di sembilan kabupaten/kota se-Bali diperkirakan dominan berawan sepanjang hari dengan variasi suhu udara lan kelembapan yang relatif stabil.
Kota Denpasar diprakirakan berawan dengan suhu udara berkisar antara 25 hingga 33 derajat Celsius lan tingkat kelembapan udara mencapai 73–88 persen.
Suhu udara terendah tercatat di kawasan dataran tinggi Kabupaten Bangli lan Karangasem yang mencapai 20 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum tertinggi berpotensi terjadi di wilayah Klungkung hingga 34 derajat Celsius.
Berikut rincian prakiraan cuaca lan suhu udara di 9 kabupaten/kota se-Bali:
Jembrana: Berawan (Suhu 22–31 °C, Kelembapan 76–96%)
Tabanan: Berawan (Suhu 21–31 °C, Kelembapan 75–98%)
Badung: Berawan (Suhu 24–33 °C, Kelembapan 70–95%)
Gianyar: Berawan (Suhu 22–32 °C, Kelembapan 71–96%)
Klungkung: Berawan (Suhu 25–34 °C, Kelembapan 65–86%)
Bangli: Berawan (Suhu 20–28 °C, Kelembapan 68–99%)
Karangasem: Berawan (Suhu 20–31 °C, Kelembapan 63–97%)
Buleleng: Berawan (Suhu 24–32 °C, Kelembapan 64–91%)
Kota Denpasar: Berawan (Suhu 25–33 °C, Kelembapan 73–88%)
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini kondisi dinamika perairan laut Bali yang berlaku mulai Jumat (11/9/2026) pukul 08.00 WITA hingga Senin (14/9/2026) pukul 08.00 WITA.
Pola angin permukaan di Perairan Utara Bali umumnya bertiup dari arah Timur Laut – Selatan dengan kecepatan 4 hingga 25 knot. Sementara di Perairan Selatan Bali, angin bergerak dari arah Timur – Selatan dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot.
Kondisi tersebut memicu potensi gelombang laut kategori Tinggi (2,5 – 4,0 meter) di empat titik jalur pelayaran lan wisata bahari, meliputi:
Selat Bali Bagian Selatan
Selat Badung
Selat Lombok Bagian Selatan
Perairan Selatan Pulau Bali
Sementara itu, potensi gelombang laut kategori Sedang (1,25 – 2,5 meter) diprakirakan terjadi di dua titik wilayah perairan, yaitu Perairan Utara Pulau Bali dan Selat Lombok Bagian Utara.
BMKG mengimbau para nelayan, operator jasa penyeberangan antar-pulau, serta masyarakat yang beraktivitas di pesisir pantai untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi demi keselamatan pelayaran. ( Kab/Red).