KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Bali, memperhitungkan tata penanggalan tradisional (ala-ayuning dewasa) merupakan bagian penting dalam menentukan waktu terbaik untuk memulai aktivitas harian, kegiatan adat, maupun upakara keagamaan.
Berdasarkan perhitungan Kalender Bali pada Kamis, 30 Juli 2026, terdapat beberapa paparasan dan pertemuan titihan dewasa yang membawa energi positif (dewasa ayu) untuk urusan hukum adat dan fisik, namun memiliki pantangan ketat untuk beberapa ritual keagamaan serta aktivitas domestik.
Berikut ulasan lengkap Ala-Ayuning Dewasa untuk Kamis, 30 Juli 2026:
Dewasa Ayu (Hari Baik & Dianjurkan):
Dauh Ayu: Sangat baik untuk menyusun awig-awig, peraturan daerah, kesepakatan tertulis, maupun memulai proses pembangunan fisik.
Kala Buingrau: Baik untuk menebang kayu, membuat alat penangkap ikan (bubu), serta mengheningkan cipta memuja pitra.
Kala Gumarang Munggah: Sangat tepat untuk melangsungkan upacara Bhuta Yadnya.
Kala Jangkut: Baik untuk membuat perlengkapan menangkap ikan (pencar/jaring) dan menempa senjata/perkakas.
Kala Pati Jengkang: Dikenal baik untuk menyelenggarakan kegiatan sabungan.
Taliwangke: Sangat baik untuk memasang tali penghambat di sawah/kebun, memperbaiki pagar, serta membuat tali pengikat benda mati.
Titibuwuk: Hari yang tepat untuk pengobatan spiritual (ngusada), khususnya menghilangkan penyakit akibat guna-guna atau gangguan mistis.
Pantangan & Dewasa Ala (Hari yang Perlu Dihindari):
Gagak Anungsang Pati: Tidak baik melangsungkan upacara pembakaran mayat (pengabenan) atau atiwa-tiwa.
Lebur Awu: Pantang menggelar upacara wiwaha (pernikahan), pertemuan penting, atau mengatapi rumah. Namun, dewasa ini baik untuk membangun saluran irigasi/subak.
Kala Rumpuh & Kala Sor: Dilarang pindah rumah, mulai memelihara ternak baru (sapi, babi, ayam, dsb), serta melakukan pengolahan tanah berat seperti membajak atau membuat terowongan.
Kala Sarang: Mengandung energi boros (terapas), sangat tidak dianjurkan untuk berbelanja barang mewah atau transaksi besar.
Kala Kingkingan & Kala Mereng: Tidak baik untuk prosesi meminang/lamaran serta bercocok tanam.
Unsur Unsur Penghitungan Lainnya:
Pararasan: Laku Surya
Pancasuda: Satria Wirang
Ekajalaresi: Patining Amerta
Pratiti: Upadana (Kab).