

KABARBALI.ID – Bagi umat Hindu di Bali, memperhitungkan tata cara penanggalan Ala-Ayuning Dewasa (hari baik dan buruk) sebelum memulai suatu pekerjaan, usaha, maupun upacara adat/yadnya merupakan tradisi luhur yang senantiasa dipegang teguh.
Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Selasa (22/9/2026) mencatatkan beberapa kriteria dewasa yang memuat pantangan serta anjuran untuk berbagai aktivitas harian masyarakat.
Pada hari ini, terdapat beberapa dewasa ayu yang sangat cocok dimanfaatkan untuk urusan bercocok tanam, kesenian, hingga pembuatan sarana penangkap ikan:
Asuajeg Turun: Sangat baik untuk menanam padi, kacang-kacangan, sirih, berburu, serta membuat alat bunyi-bunyian seperti kentongan, gamelan, dan genta. Baik pula untuk membuat penakut (sarana pengusir hama).
Geni Rawana & Gni Rawana Rangkep: Baik untuk segala jenis pekerjaan yang memanfaatkan unsur api.
Macekan Lanang: Sangat baik untuk membuat taji, tombak, keris, serta alat penangkap ikan.
Pepedan: Cocok dimanfaatkan untuk membuka lahan pertanian baru (mebuka tegak).
Sri Tumpuk: Hari yang baik untuk memikat atau mencari burung (mepikat).
Di samping hari baik, umat diimbau untuk memperhatikan dan menghindari beberapa aktivitas penting hari ini, khususnya terkait upacara Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, dan pembangunan rumah:
Carik Walangati & Kaleburau: Tidak baik untuk menggelar upacara pernikahan (wiwaha), atiwa-tiwa/ngaben, karya ayu, maupun membangun rumah baru.
Kala Sor: Tidak disarankan melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan olah tanah, seperti membajak sawah, bercocok tanam harian, atau membuat terowongan.
Geni Rawana & Gni Rawana Rangkep: Tidak baik untuk mengatapi rumah, prosesi melaspas, maupun membangun hunian.
Macekan Lanang & Pepedan: Tidak baik untuk melaksanakan upacara yadnya serta membuat peralatan dari bahan besi.
Salah Wadi: Pantang melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti wiwaha, mapendes/potong gigi, potong rambut) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti).
Pararasan: Aras Kembang
Pancasuda: Satria Wirang
Ekajalaresi: Suka Rahayu
Pratiti: Saskara (Kab/Red).