Kalender Bali Selasa 22 September 2026: Baik untuk Buat Alat Musik dan Tanam Padi

Gamelan Bali. foto via Getty Images/ kabarbali.id)

KABARBALI.ID – Bagi umat Hindu di Bali, memperhitungkan tata cara penanggalan Ala-Ayuning Dewasa (hari baik dan buruk) sebelum memulai suatu pekerjaan, usaha, maupun upacara adat/yadnya merupakan tradisi luhur yang senantiasa dipegang teguh.

Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Selasa (22/9/2026) mencatatkan beberapa kriteria dewasa yang memuat pantangan serta anjuran untuk berbagai aktivitas harian masyarakat.

Hari Baik (Dewasa Ayu)

Pada hari ini, terdapat beberapa dewasa ayu yang sangat cocok dimanfaatkan untuk urusan bercocok tanam, kesenian, hingga pembuatan sarana penangkap ikan:

Pantangan lan Hari Kurang Baik (Ala Dewasa)

Di samping hari baik, umat diimbau untuk memperhatikan dan menghindari beberapa aktivitas penting hari ini, khususnya terkait upacara Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, dan pembangunan rumah:

  • Carik Walangati & Kaleburau: Tidak baik untuk menggelar upacara pernikahan (wiwaha), atiwa-tiwa/ngaben, karya ayu, maupun membangun rumah baru.

  • Kala Sor: Tidak disarankan melakukan pekerjaan yang berhubungan langsung dengan olah tanah, seperti membajak sawah, bercocok tanam harian, atau membuat terowongan.

  • Geni Rawana & Gni Rawana Rangkep: Tidak baik untuk mengatapi rumah, prosesi melaspas, maupun membangun hunian.

  • Macekan Lanang & Pepedan: Tidak baik untuk melaksanakan upacara yadnya serta membuat peralatan dari bahan besi.

  • Salah Wadi: Pantang melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti wiwaha, mapendes/potong gigi, potong rambut) dan Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti).

Unsur Unsur Penanggalan Lainnya

kabar Lainnya