JAKARTA, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat infrastruktur transportasi laut guna mendukung sektor pariwisata dan distribusi logistik. Bupati Klungkung, I Made Satria, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (15/4/2026), untuk mempercepat realisasi pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Pesinggahan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Satria yang didampingi Sekda Anak Agung Gede Lesmana dan Kadishub Klungkung Anak Agung Wedana Putra, diterima langsung oleh Direktur Sarana, Prasarana, dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (SDP), Sigit Widodo.
Pembangunan Pelabuhan Pesinggahan dirancang untuk melayani kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) serta kapal cepat (fast boat). Proyek strategis ini diproyeksikan menjadi solusi untuk memecah kepadatan di pelabuhan eksisting serta memperpendek waktu tempuh menuju wilayah Kepulauan Nusa Penida.
Bupati I Made Satria menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan urat nadi baru bagi perekonomian Klungkung daratan dan kepulauan.
“Klungkung memiliki potensi besar di kepulauan, namun tantangan utamanya adalah aksesibilitas. Dengan adanya Pelabuhan Pesinggahan ini, kita ingin memastikan distribusi logistik lebih murah dan akses wisatawan lebih nyaman,” ujar Bupati Satria di Gedung Karsa Kemenhub.
Ia berharap Kementerian Perhubungan memberikan prioritas penganggaran agar proses pembangunan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Rencana Pemkab Klungkung ini mendapat respons positif dari pihak kementerian. Direktur SDP, Sigit Widodo, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif proaktif tersebut. Menurutnya, Pelabuhan Pesinggahan akan menjadi simpul baru transportasi penyeberangan yang krusial di Provinsi Bali.
“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Melalui sinkronisasi dokumen perencanaan teknis yang baik, kami berharap proses pembangunan segera terealisasi untuk meningkatkan aksesibilitas dan perekonomian Kabupaten Klungkung,” kata Sigit Widodo.
Hadirnya pelabuhan ini nantinya diharapkan mampu menekan biaya distribusi barang ke Nusa Penida, yang selama ini menjadi salah satu tantangan dalam pengendalian harga kebutuhan pokok di wilayah kepulauan tersebut. (Sta-Kab).