KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung mulai menyusun peta jalan pembangunan untuk tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, ini berlangsung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan program prioritas, menetapkan lokasi, serta target kinerja pembangunan guna menjawab tantangan ekonomi dan sosial di Bumi Gema Santi.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria memberikan catatan kritis terhadap laju pertumbuhan ekonomi Klungkung yang saat ini masih berada di bawah 6 persen. Ketergantungan yang tinggi pada sektor pariwisata dinilai rentan, sehingga diperlukan diversifikasi ekonomi.
“Kita perlu langkah strategis untuk mendorong pengembangan sektor industri pengolahan dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Klungkung tidak boleh hanya bergantung pada satu sektor saja,” tegas Bupati Satria.
Bupati Satria juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Klungkung yang saat ini masih menduduki peringkat ketujuh di Bali. Rendahnya daya saing SDM ini menjadi perhatian serius, terutama terkait akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Tingginya angka kemiskinan juga disebut sebagai dampak dari dominasi sektor informal dan rendahnya kompetensi tenaga kerja. Untuk itu, program penguatan kompetensi kerja dan jaminan sosial ketenagakerjaan akan menjadi pilar utama dalam perencanaan tahun 2027.
Di sektor pariwisata, tantangan besar yang dihadapi adalah pola kunjungan wisatawan yang didominasi one day trip. Bupati menilai keterbatasan infrastruktur, masalah sampah, dan minimnya atraksi menjadi penyebab wisatawan enggan tinggal lebih lama.
Ke depan, Pemkab Klungkung akan memperkuat atraksi berbasis seni, adat, dan ekonomi lokal. Tujuannya agar wisatawan mendapatkan pengalaman mendalam yang mampu meningkatkan durasi menginap (length of stay), yang pada akhirnya berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.
Menyadari kapasitas fiskal daerah yang terbatas, Bupati Satria menginstruksikan jajarannya untuk mulai mengkaji skema pembiayaan pembangunan alternatif guna mempercepat pembangunan infrastruktur bernilai ekonomi.
“Lakukan pengkajian matang terkait manfaat ekonomi yang dihasilkan. Pembiayaan alternatif diharapkan menjadi andalan dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan publik ke depan,” pungkasnya.
Musrenbang ini turut dihadiri Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra, Ketua DPRD Klungkung Anak Agung Anom, perwakilan Forkopimda, akademisi, serta dunia usaha. (Sta-Kab).