KARANGASEM, KABARBALI.ID – Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, menunjukkan komitmen nyata dalam menekan angka stunting di Pulau Dewata. Pada Selasa (28/4/2026), Seniasih turun langsung mengunjungi balita berisiko stunting di Banjar Dinas Yeh Poh, Desa Manggis, Karangasem.
Dalam kunjungan tersebut, Seniasih didampingi Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, serta Ketua Forum PUSPA Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa.
Rombongan mengunjungi kediaman pasangan I Ketut Sudarta dan Ni Nengah Leonawati, orang tua dari Komang Dwi Arkana Putra (1,6 tahun). Balita tersebut masuk kategori berisiko stunting dengan berat badan hanya 8 kg. Keluarga ini bertahan hidup dengan bekerja sebagai pemelihara sapi (ngadas) dan pembuat sarana upakara dalam kondisi ekonomi yang terbatas.
Seniasih menyerahkan paket bantuan berupa sembako, beras, susu, popok, hingga kasur. Namun, lebih dari sekadar bantuan materi, ia memberikan perhatian mendalam pada kondisi sanitasi tempat tinggal korban yang sempit dan pengap.
“Tolong ya, Ibu dan Bapak, dapurnya dibersihkan dari sisa arang. Kondisi kotor tidak baik untuk anak yang sedang tumbuh, apalagi Arkana berisiko stunting. Lingkungan yang tidak sehat bisa menyebabkan anak kehilangan nafsu makan,” tegas Seniasih saat meninjau dapur keluarga tersebut.
Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, menambahkan bahwa kondisi hunian yang tidak layak dapat menghambat pertumbuhan anak. Sebagai solusi jangka panjang, keluarga Sudarta direncanakan akan menerima bantuan bedah rumah pada tahun anggaran 2027.
Selain Arkana, bantuan serupa juga diserahkan kepada balita Nengah Arya Wiguna (1 tahun), putra dari pasangan Nengah Derada dan Ni Kadek Sintia Deviyani. Bayi yang lahir prematur ini diketahui memiliki gangguan sensorik pada penglihatan dan berat badan yang kurang ideal (8,5 kg).
Pihak Dinsos P3A dan Forum PUSPA menitipkan pesan kuat kepada para orang tua agar tidak pernah absen membawa anak-anak mereka ke Posyandu. Peran kader Posyandu dinilai sangat vital sebagai garda terdepan pemantauan gizi dan pemberian vitamin.
“Jangan sampai terlambat atau lupa ke Posyandu. Di sana pertumbuhan tinggi, berat, hingga gizinya terpantau. Vitamin juga diberikan secara rutin, jadi jangan sampai terlewat,” ujar dr. Sagung Mas Dwipayani. (Rls-Kab).