KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Prestasi membanggakan kembali lahir dari bumi serombotan, Klngkung. Gede Agus Priandana (29), atlet Cricket andalan Kabupaten Klungkung asal Desa Tegak, berhasil menorehkan sejarah besar dengan meraih pencatatan tertinggi kelas dunia, Guinness World Record.
Penghargaan bergengsi tersebut diraih Agus setelah menunjukkan aksi memukau dalam ajang Cambodia Tour to Indonesia pada Februari 2026 lalu.
Kepada kabarbali.id, Agus menceritakan momen bersejarah tersebut terjadi saat timnas Indonesia tengah berjuang mempertahankan skor 167 run. Saat giliran Agus menjadi pelempar (bowler), ia melakukan aksi yang hampir mustahil.
“Dalam satu over atau 6 kali lemparan, saya berhasil menumbangkan 5 pemukul (batsman) dari Kamboja. Aksi itu membawa Indonesia memenangkan pertandingan pertama dari total delapan gim yang dijadwalkan,” ujar Agus didampingi pelatihnya Ketut Darwata, Kamis (16/4/2026).
Sertifikat penghargaan dari Guinness World Record tersebut secara resmi diserahkan kepada Agus pada Sabtu, 28 Februari 2026, di Kantor Operasi Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Jakarta.
Putra sulung dari pasangan I Nengah Sumarta dan Ni Komang Sri Mayoni ini bukanlah sosok baru di dunia Cricket internasional. Agus telah melanglang buana sejak debut internasionalnya di kualifikasi Piala Dunia di Jepang pada 2022.
Deretan medali telah ia kumpulkan, mulai dari 3 emas di PON Sumut 2024, medali perunggu di SEA Games Kamboja 2023, hingga konsistensi meraih medali untuk Klungkung di ajang Porprov Bali sejak 2015 hingga 2025.
Agus mengaku capaiannya ini tak lepas dari peran para pelatih hebat, seperti Siem Kastawan yang memperkenalkannya pada Cricket saat di SMKN 1 Klungkung, Frengky Shony yang menajamkan skill-nya di level nasional, serta Ketut Darwata yang membimbingnya di ajang Porprov.
Ketua Umum KONI Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian Agus. Menurutnya, Klungkung memiliki talenta olahraga yang sangat kuat.
“Kami akan terus genjot bibit-bibit bagus ini agar bisa mencapai puncak prestasi seperti Gede Agus. Sebelumnya kita juga punya Ardi di Timnas U-17. Ini membuktikan pembinaan atlet di Klungkung berjalan di jalur yang benar,” tegas Gde Anom.
Selain itu masih banyak atlet lain yang kelas nasional dan internasional.
Pelatih Ketut Darwata menambahkan bahwa saat ini Cricket Klungkung sedang dalam masa kejayaan. Selain rekor dunia yang diraih Agus, Klungkung juga telah menyumbangkan 8 atletnya untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di berbagai kelompok umur, termasuk tim U-19 putri yang saat ini tengah berlaga di Papua Nugini.
“Porprov kemarin ada 9 Medali : 1 Emas, 3 Perak , 5 perunggu , dan juga untuk Cabor Cricket Klungkung Sudah menyumbangkan 8 Atlit untuk Indonesia : 2 Senior Putra, 1 Senior Putri , 1 U16 Putra dan 4 U19 Putri yang lagi bertanding di PNG,” pungkasnya. (Sta-Kab).