Modus Baru Kriminal Kuta: Cium Bau Enak, Turis India Malah Kena Gendam Rp23,3 Juta Lenyap Sekejap

BADUNG, KABARBALI.ID – Aksi kejahatan jalanan jalanan bermodus hipnotis alias gendam kembali meneror kawasan pariwisata Kuta. Seorang wisatawan mancanegara (wisman) asal India berinisial SOM (45) menjadi korban komplotan pencuri terorganisir yang berpura-pura membawa keluarga.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami kerugian fantastis mencapai Rp23,3 juta setelah mata uang asing dan rupiah miliknya yang disimpan di kamar hotel ludes digondol maling.

Menanggapi laporan tersebut, Unit 1 Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar bergerak cepat turun ke lapangan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Hotel Golden Tulip, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, guna memburu para pelaku yang terekam sempat viral di jagat media sosial.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adhy Saputra Jaya, saat dikonfirmasi membenarkan terkait adanya draf laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau gendam yang menyasar turis India tersebut. Saat ini, tim buser Jatanras tengah melakukan penyelidikan intensif di lapangan.

“Benar, Unit 1 Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar tengah melakukan penyelidikan intensif terkait laporan tersebut. Anggota telah melakukan tindakan kepolisian mulai dari mendatangi dan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta melacak rekaman kamera CCTV di seputaran lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pergerakan pelaku,” tegas Iptu I Gede Adhy Saputra Jaya, Minggu (5/7/2026).

Berawal dari Sapaan Satu Keluarga dan Aroma Misterius

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian, petaka yang menimpa SOM terjadi pada Senin, 29 Juni 2026, sekitar pukul 17.30 WITA. Sore itu, korban bersama anak kandungnya berniat keluar dari Hotel Golden Tulip untuk mencari makan malam dengan berjalan kaki menuju jalan belakang hotel guna mencari taksi.

Baru beberapa meter berjalan, langkah korban mendadak dihentikan oleh seorang pria asing yang membawa serta seorang wanita (diduga istrinya) dan dua orang anak kecil. Pria tersebut langsung berlagak akrab mengajak korban mengobrol santai mengenai negara asal korban.

Di tengah obrolan, pelaku pria mengeluarkan sebuah zat misterius dan merayu korban serta anaknya untuk mencium zat tersebut yang diklaim memiliki aroma yang sangat enak. Tanpa curiga, SOM dan anaknya menuruti permintaan tersebut.

“Namun sesaat setelah mencium zat beraroma tersebut, korban dan anaknya seketika merasa pusing hebat, linglung, dan tidak enak badan. Di saat korban kehilangan kesadaran penuh, pelaku pria langsung memasukkan korban SOM ke dalam sebuah mobil. Sementara anak korban yang juga dalam kondisi setengah sadar diperintahkan oleh pelaku untuk kembali dan menunjukkan kamar hotel tempat mereka menginap dengan dalih keperluan mengambil uang,” beber Iptu Adhy Saputra Jaya.

Uang 4 Mata Uang Asing dan Rupiah di Laci Kamar Ludes Dikuras

Sekitar pukul 18.00 WITA, anak korban kembali ke mobil setelah diduga dimanfaatkan pelaku untuk membuka akses kamar hotel. Karena kondisi fisik yang drop dan pusing akibat pengaruh zat misterius tersebut, korban akhirnya membatalkan niat makan malam dan memilih langsung kembali ke kamar hotel bersama anaknya untuk beristirahat.

Bak disambar petir di siang bolong, saat berada di dalam kamar, korban SOM tersadar dan mendapati laci meja kamar hotelnya sudah dalam kondisi acak-acakan. Setelah dicek, seluruh uang tunai simpanannya telah raib tak bersisa.

Adapun rincian isi dompet korban yang dikuras oleh komplotan pelaku meliputi uang tunai sebesar 100 USD (Dolar Amerika), 9.000.000 VND (Dong Vietnam), 60.000 INR (Rupee India), serta uang Rupiah sebesar Rp6.000.000. Jika dikalkulasikan secara total, korban mengalami kerugian material mencapai Rp23.310.000,00 (dua puluh tiga juta tiga ratus sepuluh ribu rupiah)(Irw-Kab).

kabar Lainnya