Kalender Bali 30 Juni 2026: Banyak Unsur ‘Kala’, Pantang Gelar Karya Ngaben hingga Wiwaha

Ala Ayuning dewasa Bali

KABARBALI.ID – Mengisi lembaran hari di akhir bulan Juni, umat Hindu di Bali senantiasa berpedoman pada sistem ala-ayuning dewasa (tata hitung hari baik dan buruk) sebelum mengeksekusi suatu kegiatan.

Berdasarkan penanggalan wariga pada Selasa (30/6/2026), hari ini memiliki karakter yang sangat spesifik, yakni membawa berkah besar bagi sektor pendidikan dan awal mula menuntut ilmu, namun memiliki banyak larangan (panyungkan) untuk pelaksanaan upacara besar (karya ayu).

Secara umum, hari ini dilingkupi oleh kombinasi makrokosmos Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Kinasihan Amerta, dan Pratiti: Tresna. Perpaduan ini mengindikasikan adanya pancaran energi kepemimpinan yang berwibawa, bijaksana, serta dipenuhi limpahan kasih sayang (kinasihan amerta).

Berikut adalah rincian lengkap mengenai apa saja aktivitas yang dianjurkan (ayuning) dan dihindari (ala) pada Selasa, 30 Juni 2026:

Aktivitas yang Sangat Baik Dirancang (Dewasa Ayu)

  • Pendidikan & Ilmu Pengetahuan (Dirgahayu): Hari ini masuk dalam kategori sangat utama (Alahing dewasa 4) untuk mulai belajar atau menuntut ilmu pengetahuan baru. Energi hari ini dipercaya mempermudah penyerapan materi pelajaran.

  • Sektor Pertanian & Agraris (Pepedan): Hari yang baik untuk membuka lahan pertanian baru atau membuka ladang (buka tanah).

  • Sektor Kerajinan & Alat Musik (Karnasula): Sangat baik digunakan untuk memproduksi alat-alat komunikasi tradisional atau instrumen musik pukul, seperti membuat kentongan, bajra, kendang, hingga kroncongan (denta sapi dari kayu).

  • Pemujaan & Kelautan (Kala Buingrau): Baik untuk menebang kayu untuk keperluan tertentu, membuat bubu (alat tangkap ikan), membangun saluran irigasi (Lebur Awu), serta melakukan pemujaan ke hadapan roh leluhur (memuja pitra).

  • Ritus Bhuta Yadnya (Kala Gumarang Munggah): Dianggap baik untuk menyelenggarakan upacara yang berkaitan dengan harmonisasi alam dan makhluk bawah (Bhuta Yadnya).

Aktivitas yang Sangat Dilarang (Pantangan / Ala)

Di balik beberapa kelebihannya, hari ini memuat banyak elemen Kala yang membawa dampak buruk bagi aktivitas krusial, terutama pembangunan, pernikahan, dan ritual kematian:

  • Ritual Kematian (Gagak Anungsang Pati & Kaleburau): Sangat dilarang (pantang) melaksanakan upacara membakar mayat, ritual atiwa-tiwa, ataupun rangkaian upacara ngaben.

  • Pernikahan & Pertemuan (Lebur Awu): Hari ini tidak baik untuk melangsungkan upacara wiwaha (pernikahan), mengadakan rapat penting, atau menggelar pertemuan besar.

  • Konstruksi & Rumah (Kala Buingrau & Karnasula): Tidak baik untuk mendirikan bangunan, mengatapi rumah, maupun membangun ruang tempat tidur.

  • Bercocok Tanam & Pengolahan Tanah (Kala Mereng & Kala Sor): Walau boleh membuka lahan baru, hari ini dilarang keras untuk mulai menanam, membajak sawah, atau membuat terowongan tanah. Unsur Kala Gumarang Munggah secara spesifik melarang penanaman sirih dan tembakau.

  • Pertukangan Besi (Pepedan): Tidak cocok untuk menempa atau membuat peralatan yang berbahan dasar besi.

Adanya unsur Kala Tumpar, Kaleburau, Naga Naut, dan Uncal Balung yang bertepatan pada hari ini menandakan bahwa hari ini secara umum kurang baik untuk memulai pekerjaan-pekerjaan baru yang dianggap sangat penting. Hal ini disebabkan karena hari ini mengandung unsur pemancing kekecewaan dan banyak hambatan di kemudian hari. (Kab).

kabar Lainnya