Gelar Karya Agung 30 Tahunan, Wagub Giri Prasta Apresiasi Taksu Catus Pata Sibanggede dan Kucurkan Punia Rp25 Juta

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri langsung prosesi sakral Upacara Tawur Labuh Gentuh yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7/2026).

BADUNG, KABARBALI.ID – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri langsung prosesi sakral Upacara Tawur Labuh Gentuh yang dipusatkan di Catus Pata (Perempatan Agung) Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat (3/7/2026). Ritual tingkat utama ini merupakan bagian dari rangkaian mega karya Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, lan Ngusaba Nini yang digelar setiap tiga dekade (30 tahun) sekali di Pura Desa, Desa Adat Sibanggede.

Kehadiran orang nomor dua di Pucuk Pimpinan Provinsi Bali ini disambut antusias oleh ribuan krama dari 12 banjar adat yang mengenakan busana adat madya. Dukungan penuh pemerintah daerah tercermin dari kucuran hibah Pemkab Badung sebesar Rp1,5 miliar ditambah dana punia pribadi dari Wagub Giri Prasta sebesar Rp25 juta demi menyukseskan jalannya upacara.

Dalam sambrama wacana (sambutannya), Wagub Giri Prasta secara lugas memuji militansi dan keteguhan krama Desa Sibanggede dalam merawat warisan leluhur. Menurut pejabat asal Pelaga ini, kesinambungan ritual besar ini menjadi bukti otentik kokohnya nilai swadharma dan persatuan masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam secara sekala dan niskala.

“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya tahu persis bagaimana para leluhur di sini secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi adiluhung itu kembali dibuktikan dan dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan oleh krama setempat,” ujar Giri Prasta, Jumat (3/7/2026).

Kupas Filosofi Catus Pata Sibanggede, Wagub Usul Bikin Prasasti 3 Dekade

Mantan Bupati Badung dua periode ini juga mengupas tuntas nilai filosofis dan strategis Catus Pata Desa Sibanggede. Berada di titik pusat desa yang membelah empat penjuru mata angin, kawasan ini dikelilingi oleh pilar penting peradaban Bali kuno, mulai dari keberadaan Puri, Pura, Pasar, hingga pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Giri Prasta menilai para penglingsir dan leluhur Sibanggede zaman dulu memiliki kecerdasan spiritual dan tata ruang yang luar biasa. Mengingat esensi magis dari perempatan agung tersebut, dirancanglah sebuah karya tingkat utama yang digelar khusus setiap 30 tahun sekali guna menyucikan wilayah tersebut.

“Perhatian terhadap karya agung ini sebenarnya sudah kita kawal dan fasilitasi sejak saya masih menjabat sebagai Bupati Badung melalui penganggaran daerah. Agar sejarah ini tidak terputus, saya mendorong panitia untuk membuat prasasti permanen sebagai penanda sekaligus pengingat siklus karya 30 tahunan ini. Dokumentasi ini penting agar generasi muda kita ke depan tahu kapan giliran mereka melanjutkan tradisi ini,” tegas Giri Prasta.

Puncak Karya Digelar Kelender 7 Juli, Andalkan Gotong Royong 12 Banjar

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Ketut Darma, memaparkan bahwa seluruh rangkaian Karya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh ini murni lahir dari mufakat suci (paruman) krama Desa Adat Sibanggede yang rindu akan pembersihan jagat pasca-tiga puluh tahun berlalu.

Terkait linimasa upacara, Ketut Darma membeberkan bahwa puncak karya agung dipastikan jatuh pada Selasa (7/7/2026) mendatang. Sementara untuk ritual lanjutan berupa Upacara Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan dilaksanakan pada Kamis (9/7/2026).

“Selain dari hibah pemerintah sebesar Rp1,5 miliar, pendanaan karya ini bergerak dari urunan punia krama desa adat serta kontribusi para pengusaha lokal di wilayah Sibanggede. Kekuatan utama kami ada pada gotong royong krama dari 12 banjar adat, termasuk dedikasi para serati banten dan tukang ulam yang bekerja siang malam menyiapkan sarana upakara,” pungkas Ketut Darma.

Sebagai penutup rangkaian kehadirannya, Wagub Giri Prasta juga diberikan kehormatan sakral untuk mundut pralingga Ida Bhatara sebagai simbol restu dan keharmonisan jalannya upacara Tawur Labuh Gentuh. (Rls-Kab).

kabar Lainnya