

KABARBALI.ID – Memasuki hari Minggu (Redite), 25 Oktober 2026, tatanan penanggalan tradisional Bali (Wariga) mencatatkan dinamika Ala-Ayuning Dewasa (hari baik dan hari buruk) yang sangat spesifik. Hari ini dinilai sangat baik untuk memulai kegiatan ekonomi wirausaha, sektor pertanian, serta pembentukan organisasi, namun memiliki pantangan kuat untuk pelaksanaan upacara Manusa Yadnya (pernikahan/wiwaha) dan Pitra Yadnya (ngaben).
Berdasarkan perhitungan wariga, hari ini dinaungi oleh Sedana Yoga dan Subacara. Sedana Yoga membawa energi positif yang diyakini melancarkan rezeki, sehingga sangat disarankan bagi masyarakat yang ingin membuka tempat usaha baru, membuat alat berdagang, maupun mulai berjualan.
Sementara itu, Subacara memberikan kelancaran bagi mereka yang hendak membuat program kerja, menyusun peraturan, menunjuk pejabat/petugas baru, hingga memulai pelatihan atau belajar.
Bagi krama Bali yang bergerak di sektor agraris dan kelautan, Minggu ini menjadi momentum tepat untuk menanam bibit padi, menyimpan hasil panen di lumbung, serta menggelar ritual pembibitan (Srigati Jenek).
Kehadiran Pepedan dan Pamacekan juga mendukung aktivitas membuka lahan pertanian baru, mengerjakan sawah atau tegalan, hingga membuat alat penangkap ikan seperti jaring atau pencar (Kala Jangkut).
Selain itu, keberadaan Semut Sedulur menjadikannya hari yang harmonis untuk menggalang kerja bakti, gotong royong warga, membentuk ikatan perkumpulan, maupun memulai agenda kegiatan kemasyarakatan.
Meskipun kaya akan potensi ekonomi dan pertanian, Dewasa Ayu pada 25 Oktober 2026 memuat pantangan tajam (Carik Walangati, Salah Wadi, dan Kaleburau) untuk pelaksanaan upacara siklus hidup.
Masyarakat diimbau untuk tidak menggelar upacara Manusa Yadnya seperti pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), maupun potong rambut. Demikian pula untuk upacara Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, hingga ngasti.
Di samping itu, Kala Rumpuh dan Lebur Awu menandai pantangan untuk memulai memelihara hewan ternak baru (seperti babi, sapi, ayam, atau kambing), pindah rumah, serta mengatapi tempat tinggal. (Kab/Red).