

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam ajang Seleksi Tahap III ASN Berprestasi Pemerintah Kabupaten Klungkung Tahun 2026. Kegiatan penentuan sepuluh besar ASN terbaik tersebut berlangsung di Ruang Rapat Widya Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (20/10/2026).
Dalam arahannya, Bupati Satria memberikan apresiasi tinggi kepada 10 besar peserta yang berhasil menembus tahap akhir. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta yang melangkah ke Tahap III merupakan ASN pilihan terbaik yang mewakili kualitas unit kerjanya masing-masing.
“Saya berharap Bapak/Ibu pada seleksi tahap III ini dapat menampilkan kemampuan terbaik. Jangan takut untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi yang telah diciptakan, serta teruslah belajar dan jangan mudah berpuas diri,” puji Bupati Satria.
Bupati Satria menekankan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan mengaktualisasikan gagasan kreatif tersebut ke dalam kerja nyata pelayanan publik. Setiap inovasi yang dipaparkan diharapkan terus berjalan dan memberikan dampak langsung bagi krama Klungkung.
“Mari kita terapkan demi mewujudkan Klungkung yang MAHOTTAMA (Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur). Jadikan ajang ini untuk memberikan motivasi, meningkatkan prestasi kerja, produktivitas, serta mengembangkan nilai-nilai kompetitif dan keteladanan bagi seluruh ASN di Lingkungan Pemkab Klungkung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Wirawan Adi Putra, melaporkan bahwa penganugerahan ASN Berprestasi telah diselenggarakan secara konsisten sejak tahun 2022 dan tahun 2026 ini merupakan pelaksanaan yang kelima.
Proses pendaftaran dan seleksi administrasi (Tahap I) telah bergulir sejak Desember 2025 dengan melibatkan perwakilan unsur jabatan administrator serta jabatan fungsional ahli madya dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dari 32 OPD yang ada, sebanyak 29 OPD mengirimkan perwakilan dengan hasil 23 pegawai lolos ke Tahap II berdasarkan akumulasi nilai E-kinerja, Sisenso, IP ASN, dan Nilai Inovasi.
“Dari seleksi Tahap II dilakukan pemeringkatan sehingga diperoleh 10 besar yang lolos ke Tahap III. Pada Tahap III ini, 10 besar peserta mempresentasikan hasil inovasi yang telah dibuat serta menjalani proses wawancara mendalam untuk menentukan posisi peringkat I hingga X,” pungkas Ida Bagus Wirawan Adi Putra. (Sta-Kab).