

KABARBALI.ID – Berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali, Minggu (9/8/2026) memiliki rangkaian ala-ayuning dewasa (sistem penanggalan hari baik dan buruk) yang memuat panduan penting bagi umat Hindu dalam melaksanakan berbagai aktivitas harian maupun kegiatan pembangunan.
Pada Minggu, 9 Agustus 2026, penanggalan Bali berada dalam naungan Pararasan Aras Kembang, Pancasuda Bumi Kepetak, Ekajalaresi Kemeranaan, serta Pratiti Jati.
Berdasarkan padewasan tersebut, hari ini tergolong sangat baik (dewasa ayu) untuk memulai pembangunan rumah, menanam tanaman bercocok tanam seperti padi, jagung, serta tanaman yang beruas atau berbuku (Rekatadala Ayudana). Selain itu, hari Minggu ini juga sangat disarankan untuk melakukan aksi sosial atau dana punia (beramal).
Namun demikian, umat diimbau untuk menunda pelaksanaan upacara keagamaan seperti Manusa Yadnya (pernikahan/wiwaha, potong gigi/mapendes, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti) karena bertepatan dengan pengaruh Salah Wadi.
Di sisi lain, bagi warga atau peternak, hari ini juga tergolong kurang baik untuk mulai memelihara bibit ternak baru akibat pengaruh Kala Bangkung dan Kala Nanggung. (kb/red)
| Nama Dewasa | Sifat / Pengaruh | Imbauan & Peruntukan Kegiatan |
| Sampi Gumarang Turun | Baik | Sangat baik untuk menanam padi, jagung, serta memulai pembangunan rumah. |
| Rekatadala Ayudana | Baik | Baik untuk menanam tanaman yang beruas/berbuku dan melaksanakan dana punia (beramal). |
| Salah Wadi | Buruk | Tidak baik melakukan upacara Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut) dan Pitra Yadnya (penguburan, ngaben, nyekah, ngasti). |
| Kala Bangkung & Kala Nanggung | Buruk | Tidak baik untuk mulai memelihara ternak baru. |
Pararasan: Aras Kembang (Memiliki daya pikat, mudah memecahkan persoalan, dan banyak kawan)
Pancasuda: Bumi Kepetak (Teguh pada prinsip, mantap menjalankan tugas, dan rajin bekerja)
Ekajalaresi: Kemeranaan
Pratiti: Jati