

GIANYAR, KABARBALI.ID – Peta persaingan Pemilihan Perbekel (Pilkel) Serentak Kabupaten Gianyar 2026 mulai terlihat berdasarkan hasil penghitungan sementara (quick count) di sejumlah desa, Minggu (20/9/2026).
Dari 26 desa yang menggelar Pilkel Serentak dengan total 61 calon perbekel, perolehan suara sementara menghadirkan kejutan. Sejumlah kandidat berlatar belakang pensiunan TNI, pensiunan Polri, hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus menerima keunggulan rival dari tokoh-tokoh lokal desa.
Salah satu persaingan terketat terjadi di Desa Puhu, Kecamatan Payangan. Calon perbekel I Made Arka (pensiunan TNI) memperoleh 1.914 suara quick count, selisih tipis 42 suara dari lawannya, I Gede Beratha Aginawa, yang memimpin dengan 1.956 suara.
Skenario serupa terlihat di Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud. Calon dari pensiunan Polri, Ngakan Nyoman Jayawijaya, meraih 688 suara sementara. Angka ini terpaut jauh dari I Dewa Gede Rai Dharmanta yang mengantongi 3.617 suara.
Sementara di Desa Sayan, mantan Kepala Wilayah (Kawil) I Made Suwitra memimpin dengan 2.511 suara, mengungguli dua kandidat berlatar belakang PNS, yakni Ketut Gede Kesumawijaya (1.641 suara) dan I Wayan Arimbawa (1.075 suara).
Menanggapi hasil sementara tersebut, Pemerintah Kabupaten Gianyar mengingatkan bahwa tantangan kepemimpinan desa ke depan cukup berat, terutama terkait keterbatasan anggaran dan fiskal daerah.
Bupati Gianyar meminta perbekel terpilih nantinya tidak hanya bergantung pada dana transfer pusat dan daerah, tetapi mampu berinovasi menggali potensi lokal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Keterbatasan dana yang ada harus disikapi secara bijak. Masing-masing desa diharapkan mampu mengelola pendapatan asli desa dan terus menggali peluang-peluang pendapatan yang ada di desa,” tegas Bupati Gianyar.
Seluruh data hasil pemungutan suara quick count tersebut masih bersifat sementara dan menunggu rekapitulasi resmi, penetapan BPD/camat, hingga pengesahan dan pelantikan resmi oleh Pemkab Gianyar. (Tut-Kab).