Pameran Bonsai ‘Bertabur Bintang’ Guncang Gianyar! 618 Pohon Jawara dari Jawa Hingga Lombok Berkumpul

SENI MINIATUR ALAM: Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama (Gus Bem), saat menancapkan bendera tanda kemenangan pada salah satu bonsai terbaik dalam Pamnas Bonsai Gianyar di Alun-alun Kota Gianyar, Rabu (29/4/2026).

GIANYAR, KABARBALI.ID – Alun-alun Kota Gianyar berubah menjadi galeri seni alam terbuka. Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, resmi membuka Pameran Nasional (Pamnas) Bonsai Gianyar bertajuk “Bertabur Bintang Jilid 3” pada Rabu (29/4/2026).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Gianyar ini menampilkan 618 pohon bonsai pilihan. Peserta tidak hanya datang dari Bali, tetapi juga merambah hingga wilayah Lombok dan Jawa.

Sekda Gianyar yang akrab disapa Gus Bem, yang juga menjabat sebagai Ketua PPBI Cabang Gianyar, menyatakan optimisme besarnya. Menurutnya, bonsai bukan sekadar hobi, melainkan perpaduan antara seni, pelestarian lingkungan, dan peluang ekonomi.

“Prospek bonsai di Gianyar sangat bagus. Ini sesuai dengan misi Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berwawasan lingkungan,” ujar Gus Bem di sela-sela peninjauan pameran.

Kualitas Melampaui Kuantitas

Ketua Panitia Pameran, I Wayan Artana, mengungkapkan bahwa meskipun jumlah peserta tahun ini (618 pohon) sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu, namun kualitas estetika yang ditampilkan jauh lebih meningkat. Para kolektor kini jauh lebih selektif dalam memilih karya yang akan dipamerkan.

“Kalau sebelumnya satu peserta bisa membawa 10 pohon, tahun ini mereka hanya membawa 2 hingga 3 pohon terbaik. Peserta sekarang lebih mementingkan pola dasar yang matang daripada sekadar gerak dasar,” jelas Artana.
Hal yang paling menarik perhatian adalah ketatnya persaingan di kelas Prospek. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya menilai gerak dasar, tahun ini dewan juri mulai menilai pola dasar yang memperlihatkan visual akhir pohon di masa depan.

Sistem Penjurian Profesional

Kontes kali ini dibagi ke dalam beberapa klasifikasi kelas, mulai dari Prospek, Semi Pratama, Pratama, Madya, Utama, hingga kelas tertinggi, Bintang. Penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional dengan standar ketat yang meliputi proporsi, keseimbangan, serta kemiripan miniatur pohon dengan kondisi di alam bebas.

Acara pembukaan ditandai dengan penancapan bendera pada bonsai pemenang dan penyerahan piala oleh Sekda Gus Bem bersama jajaran Forkopimda Gianyar. Pameran ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 2 Mei 2026, memberikan ruang edukasi bagi masyarakat sekaligus menjadi destinasi wisata alternatif di jantung Kota Gianyar. (Tut-Kab). 

kabar Lainnya