KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kebijakan strategis Gubernur Bali, Wayan Koster, yang menginstruksikan uji coba penambahan frekuensi pelayaran perintis rute Padangbai – Nusa Penida menjadi tiga kali sehari mendapat dukungan penuh dari pihak legislatif.
Langkah taktis ini dinilai menjadi jawaban konkret atas jeritan masyarakat kepulauan yang selama ini terbebani ketimpangan harga logistik.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, mengonfirmasi bahwa disparitas harga kebutuhan pokok dan barang penting lainnya antara wilayah daratan dengan Nusa Penida memang menjadi persoalan menahun.
Pihaknya memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat jajaran Pemprov Bali.
“Jika penambahan trip ini berhasil dilakukan, maka ke depan perbedaan harga antara Klungkung daratan dengan Nusa Penida tidak akan terjadi lagi, karena pasokan lancar dan stoknya juga menjadi aman,” ujar Gung Anom saat dikonfirmasi pada Selasa (16/6/2026).
Ia memaparkan, DPRD Klungkung bersama jajaran pemerintah daerah berulang kali menerima keluhan langsung dari masyarakat terkait harga barang yang melambung jauh dibanding wilayah daratan Bali. Dan melakukan berbagai skenario termasuk subsidi penyeberangan khusus barang melalui pelabuhan rakyat.
Berdasarkan analisisnya, gejolak harga tersebut murni dipicu oleh kendala transportasi penyeberangan logistik, bukan karena permainan spekulan.
Tingginya angka kunjungan pariwisata dan pertumbuhan penduduk di Nusa Penida memicu lonjakan konsumsi yang tidak sebanding dengan kelancaran distribusi barang.
“Kebutuhan masyarakat dan sektor akomodasi di sana sangat tinggi, sementara stok cepat habis. Hukum pasarnya otomatis harga naik, sedangkan barang dari daratan sebelumnya tidak bisa langsung diseberangkan karena keterbatasan jadwal kapal,” imbuh Gung Anom.
Dengan adanya regulasi baru mengenai penambahan kuota penyeberangan menjadi 3 kali sehari, politisi senior ini berharap kapal motor penumpang (KMP) Nusa Jaya Abadi milik Pemerintah Kabupaten Klungkung dapat dioptimalkan secara maksimal.
Penambahan trip perintis yang disubsidi penuh oleh negara ini diharapkan menjadi jembatan logistik yang kokoh sebelum rute pelayaran tersebut memasuki fase transisi komersialisasi. Ke depan, fungsi kapal roro kebanggaan masyarakat Klungkung ini dipastikan akan jauh lebih produktif dan menyentuh kebutuhan mendasar krama di tiga pulau (Nusa Penida, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan). (Sta/Kab).