Pasar Rakyat PKK Bali di Bangli ; Stan Kuliner dan Asparagus Khas Bangli Diserbu Pembeli

Gelaran Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-5 Tahun 2026 sukses dilaksanakan di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7/2026). foto/ist

BANGLI,KABARBALI.ID – Gelaran Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” ke-5 Tahun 2026 sukses dilaksanakan di Alun-alun Kota Bangli, Rabu (8/7/2026).

Acara yang memadukan penguatan ekonomi kerakyatan dengan aksi sosial ini disambut antusias oleh ratusan warga dan melibatkan sedikitnya 108 pelaku usaha lokal.

Dari pagi hari, warga memadati lokasi untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok, hasil pertanian, produk UMKM, hingga kuliner khas dengan harga miring. Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menjelaskan bahwa seluruh komoditas pertanian yang dijual dipasok langsung oleh petani binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli. Alhasil, harga komoditas di pasar ini menjadi jauh lebih murah.

“Hal tersebut membuat harga jual lebih murah sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 dibandingkan harga pasar, sehingga mampu meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Sariasih Sedana Arta, Rabu (8/7/2026).

Selain kebutuhan pokok, pasar ini juga menjadi panggung promosi produk unggulan lokal seperti asparagus Bangli.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Saniasih Giri Prasta, menegaskan bahwa program ini sengaja dilanjutkan kembali karena manfaatnya yang nyata dirasakan langsung oleh masyarakat. Guna mendukung perputaran ekonomi tanpa membebani kas daerah, TP PKK Provinsi Bali mengucurkan dukungan anggaran sebesar Rp200 juta yang bersumber dari BKK Provinsi untuk kabupaten yang menjadi tuan rumah.

“Program tersebut mampu menciptakan perputaran ekonomi yang besar. Di beberapa kabupaten, nilai transaksi bahkan mencapai Rp500 juta hingga Rp800 juta dalam satu hari. Untuk pelaksanaan di Kabupaten Bangli, kami optimistis omzet penjualan dapat melampaui Rp500 juta,” ungkap Putri Koster.

Tidak hanya urusan transaksi finansial, esensi sejati dari acara ini adalah gerakan sosial berbagi. Sebanyak 100 warga kurang mampu menerima bantuan paket pangan dan paket belanja hasil borongan dari stan-stan UMKM di lokasi.

Bantuan pokok dari TP PKK Provinsi Bali yang diserahkan meliputi 20 kilogram beras, 60 butir telur, satu liter minyak tanusan, serta paket belanja. Aksi ini diperkuat dengan donasi 100 paket belanja tambahan dari gotong royong seluruh pengurus TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali.

Pasar Rakyat ke-5 ini resmi ditutup pada pukul 16.00 WITA dengan mencatatkan keberhasilan nyata dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menghidupkan budaya saling bantu di Bali. (Sam-Kab).

kabar Lainnya