DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kota Denpasar menggelar peringatan peristiwa heroik Serangan Umum Kota Denpasar ke-80 tahun 2026 dengan khidmat. Upacara peringatan yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung, Senin (13/4/2026) pagi ini, menjadi momentum untuk membangkitkan kembali nilai patriotisme dalam menjawab tantangan modern kota, khususnya isu persampahan.
Apel peringatan dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, jajaran Forkopimda, serta para pejuang yang tergabung dalam LVRI Kota Denpasar.
Peristiwa yang diperingati setiap tanggal 11 April ini merujuk pada serangan heroik pejuang Denpasar melawan NICA pada tahun 1946 silam. Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa keberanian para pendahulu dalam mempertahankan kedaulatan NKRI merupakan simbol keteguhan yang harus diwarisi generasi muda.
“Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Tanpa pengorbanan mereka, tidak akan lahir NKRI. Nilai luhur ini harus kita petik untuk memperkokoh persatuan menuju Denpasar Maju,” ujar Arya Wibawa.
Menariknya, dalam peringatan tahun ini, Wawali Arya Wibawa menekankan bahwa semangat juang tidak hanya bersifat seremonial. Semangat kebersamaan atau Vasudhaiva Kutumbakam (kita semua bersaudara) kini harus diimplementasikan dalam menyelesaikan persoalan nyata di Denpasar, yakni tata kelola persampahan.
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Kota Denpasar yang sejak 1 April 2026 mulai disiplin menjalankan arahan pemerintah untuk melakukan pemilahan sampah berbasis sumber dari skala rumah tangga. (Irw-Kab).