KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri prosesi Mapeed Pengeluar/Ngelebar yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Upacara Aci Sang Hyang Grodog di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Sabtu (1/8/2026). Dalam kesempatan itu, Satria menegaskan pentingnya peran aktif generasi muda dalam melestarikan tradisi sakral leluhur agar tidak tergerus zaman.
Bupati Satria memberikan apresiasi tinggi kepada krama Desa Adat Lembongan yang dinilai konsisten menjaga tradisi dengan memegang teguh asas gotong royong. Menurutnya, Aci Sang Hyang Grodog bukan sekadar tontonan seni pertunjukan semata, melainkan benteng spiritual yang menjaga keharmonisan kawasan Nusa Penida.
“Saya sangat mengapresiasi tradisi Sang Hyang Grodog ini, apalagi telah memperoleh predikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2024 dari Kementerian Kebudayaan RI. Maka dari itu, mari kita jaga dan lestarikan bersama, khususnya bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi kelak menjadi generasi penerus yang benar-benar mencintai seni dan budaya leluhur,” tegas Bupati Satria.
Sementara itu, Ketua Panitia Upacara, I Wayan Pijer, memaparkan bahwa ritual sakral ini diselenggarakan berkala setiap dua tahun sekali selama 11 hingga 12 hari berturut-turut. Rangkaian diawali dari upacara Matur Piuning pada 17 Juli 2026 dan Melaspas Taring pada 21 Juli 2026.
Pijer menambahkan, ritual ini bertujuan utama untuk menetralisir energi negatif, menolak bala (sasih grubug atau wabah penyakit), serta memohon keselamatan alam semesta beserta isinya. Dalam pelaksanaannya, warga membawakan sedikitnya delapan jenis tarian sakral Sang Hyang secara bergantian.
Kedelapan tarian sakral tersebut meliputi Sang Hyang Sampat, Sang Hyang Lingga, Sang Hyang Joged Bumbung, Sang Hyang Dukuh Ngabe Cicing-Jaran, Sang Hyang Dukuh Ngabe Bubu, Sang Hyang Enjo-enjo, Sang Hyang Tiling-tiling, hingga Sang Hyang Sumbul.
Puncak prosesi Ngelebar ini pun menandai berakhirnya seluruh rangkaian ritual pembersihan spiritual di Pulau Lembongan dengan suasana penuh hikmat dan kebersamaan krama desa. (Sta-Kab).