Amor Ing Acintya ! Korban Pembakaran oleh Bos Truk di Karangasem Meninggal

I Gede Selamet (19), warga Banjar Susut, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem saat menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah, Denpasar. foto istimewa/kabarbali.id

DENPASAR, KABARBALI.ID – Perjuangan I Gede Selamet (19), pemuda asal Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem untuk bertahan hidup akhirnya terhenti.

Korban tindak penganiayaan berat dan pembakaran oleh atasannya sendiri tersebut dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan medis intensif di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Jumat (25/9/2026) pagi.

Kabar duka tersebut dibenarkan langsung oleh Perbekel (Kepala Desa) Muncan, I Wayan Tunas, usai menerima konfirmasi dari pihak keluarga korban.

“Gih benar, saya baru saja dapat kabar dari keluarganya. Gede Selamet telah meninggal dunia sekitar pukul 08.30 WITA,” ujar Wayan Tunas, Jumat (25/9/2026).

Tunas menambahkan, jenazah Almarhum saat ini dititipkan sementara di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Jenazah baru akan dipulangkan ke rumah duka di Desa Muncan setelah pelaksanaan piodalan rangkaian Purnama Sasih Kapat.

“Jenazah akan dibawa pulang ke rumah duka dan dimakamkan setelah Purnama Kapat (Sabtu, 26/9/2026), karena saat ini masih ada piodalan di desa,” jelasnya.

Dianiaya dan Dibakar Bos Truk Akibat Masalah Setoran

Kepergian Gede Selamet menutup episode pilu musibah yang dialaminya. Pemuda yang menjadi tulang punggung keluarga tersebut menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan oleh bos tempatnya bekerja, I Putu CP (37).

Tragedi memilukan itu dipicu oleh perselisihan terkait setoran operasional truk, Jumat (18/9/2026) sore. Dalam insiden tersebut, Selamet mengalami luka bakar serius mencapai 68 persen di sekujur tubuhnya, hingga harus dirujuk dan mendapatkan penanganan medis intensif serta serangkaian operasi di RSUP Prof. Ngoerah.

Gelombang Kepedulian Warga hingga Bantuan Wapres Gibran

Sejak dirawat Selamet melahirkan gelombang simpati publik yang luas. Selain harus mendampingi korban yang kritis, pihak keluarga juga dihadapkan pada himpitan biaya pengobatan dan tindakan operasi yang sangat besar.

Kepedulian pun mengalir dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, rekan-rekan korban, hingga masyarakat umum yang menggalang donasi kemanusiaan.

Dukungan moral dan materiil bahkan datang langsung dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang menyalurkan bantuan dana senilai Rp 25 juta untuk membantu meringankan beban pembiayaan medis korban.

Namun, kendati tim medis RSUP Prof. Ngoerah telah mengerahkan upaya maksimal melalui berbagai tindakan penanganan darurat, takdir berkata lain.

Pemuda pekerja keras yang baru menginjak dunia kerja, asal Muncan itu harus mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Muncan. Amor Ing Acintya. (Sta-Kab).

kabar Lainnya