

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, yang kini mencapai hingga 5.000 orang setiap harinya, memicu persoalan pelik berupa kemacetan lalu lintas parah, terutama di jalur keluar Pelabuhan Banjar Nyuh.
Menghadapi masalah ini, Bupati Klungkung I Made Satria bergerak cepat dengan menyiapkan strategi taktis jangka pendek hingga jangka panjang.
Satria mengungkapkan, tingginya konsentrasi aktivitas di satu titik menjadi penyebab utama kemacetan di kawasan tersebut. Berdasarkan data, sekitar 85 persen penumpang fast boat dari Sanur dan Serangan naik dan turun di Pelabuhan Banjar Nyuh.
“85 persen turun naiknya dari Banjar Nyuh, maka otomatis macet tidak terelakkan, semua driver jemput tamunya di sini, rebutan tempat dan parkir hingga jadi macet parah,” jelas Bupati Satria, Kamis (29/10/2026).
Sebagai langkah taktis jangka pendek, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola teknis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Nusa Penida, yakni Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida.
Strateginya adalah mengatur ulang sistem pendaratan fast boat asal Sanur agar tidak terpusat di Banjar Nyuh, melainkan dibagi ke Pelabuhan Sampalan dan Pelabuhan Buyuk. Dengan demikian, konsentrasi kendaraan dan penumpang dapat terpecah sehingga kemacetan dapat terurai.
Meskipun di tengah keterbatasan anggaran daerah, Bupati Satria memastikan perbaikan dan pembangunan fisik terus digenjot melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Untuk solusi jangka menengah dan panjang, Pemkab Klungkung bersama Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub merealisasikan sejumlah proyek pembangunan strategis di kawasan pelabuhan pada tahun 2026 ini, meliputi:
Pembangunan Gedung Terminal Pelabuhan: Didanai langsung oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan / Ditjen Perhubungan Laut guna meningkatkan kenyamanan penumpang.
Penataan Pantai & Akses Jalan Alternatif: Membuka dan menata akses jalan menuju kawasan Pantai Bias Muntig sebagai jalur alternatif keluar dari pelabuhan untuk memecah kepadatan kendaraan pariwisata.
Pengembangan Area Parkir: Membangun konstruksi tiang pancang ke arah pantai guna memperluas kapasitas area parkir kendaraan di sekitar pelabuhan.
Menanggapi berbagai kritik masyarakat terkait persoalan tersebut, Bupati Satria menanggapinya dengan positif.
Menurutnya, kritik yang menilai pemerintah seolah-olah tidak bekerja merupakan hal yang sah-sah saja, namun pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi nyata demi kelancaran pariwisata dan kenyamanan masyarakat di Nusa Penida. (Sta-Kab).