Ala-Ayuning Dewasa Selasa 27 Oktober 2026: Catat! Ada Pengaruh Salah Wadi dan Carik Walangati, Hindari Upacara Yadnya

pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Masal gratis yang diselenggarakan PHDI Klungkung di Alun-Alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, Jumat (10/10/2026). (Foto: Dok. kabarbali.id)

KABARBALI.ID  – Bagi krama Hindu di Bali yang hendak merencanakan pelbagai kegiatan penting, memperhatikan petunjuk hari baik dan buruk (Ala-Ayuning Dewasa) dalam wariga merupakan langkah esensial agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Berdasarkan penanggalan Bali untuk hari Selasa, 27 Oktober 2026, terdapat sejumlah catatan penting terkait dewasa yang patut disimak.

Berdasarkan peredaran wariga pada hari tersebut, dominasi dewasa berada pada tingkat alahing dewasa 3, dengan beberapa pertemuan unsur khusus yang membatasi jalannya upacara keagamaan tertentu.

Larangan Pelaksanaan Yadnya: Pengaruh Salah Wadi dan Carik Walangati

Bagi masyarakat yang merencanakan upacara penting, Selasa (27/10/2026) tidak dianjurkan untuk melangsungkan rangkaian upacara Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.

Hal ini dikarenakan berlakunya dewasa Salah Wadi, di mana hari ini dinilai tidak baik untuk melaksanakan pernikahan (wiwaha), potong gigi (mapendes), upacara penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, hingga ngasti.

Kondisi tersebut dipertegas dengan hadirnya Carik Walangati, yang secara spesifik menyatakan ketidakbaikannya untuk melakukan pernikahan (wiwaha), upacara atiwa-tiwa/ngaben, serta memulai pembangunan atau perbaikan rumah.

Dewasa Baik untuk Membuka Lahan, Pertukangan, dan Berburu

Kendati kurang sesuai untuk upacara yadnya, hari Selasa besok justru membawa energi pendukung yang baik untuk aktivitas keterampilan tangan, pertanian, dan pencarian tertentu, di antaranya:

  • Kala Atat: Sangat baik untuk membuat tali, tali pancing, serta pelbagai pekerjaan kerajinan anyam-anyaman, tampus, dan jerat.

  • Kala Katemu: Mendukung aktivitas menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, serta mengadakan pertemuan.

  • Kala Luang: Baik dimanfaatkan untuk membuat terowongan, serta memulai menanam tanaman ketela atau umbi-umbian.

  • Pepedan: Sangat baik untuk membuka lahan pertanian atau tegalan baru. Namun, perlu dicatat bahwa hari ini tidak baik untuk membuat perkakas atau peralatan dari besi.

  • Taliwangke: Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, serta membuat ikatan untuk padi atau benda-benda mati. Sebaliknya, dihindari untuk mulai mengerjakan benang tenun atau membuat tali ternak.

Karakter Hari: Satria Wirang dan Aras Kembang

Dari aspek astrologi dan perhitungan spiritual harian, hari ini dinaungi oleh Aras Kembang (memiliki pesona dan daya tarik) serta Satria Wirang (berpotensi menghadapi cobaan, rasa malu, atau ketegangan mental yang harus disikapi dengan kesabaran ekstra). Dipadukan dengan Ekajalaresi: Buat Astawa dan Pratiti: Jati, umat diimbau untuk senantiasa mawas diri, menjaga tutur kata, serta memperkuat ketenangan batin dalam menghadapi dinamika aktivitas harian. (Kab/Red).

kabar Lainnya